Menko Polkam: Kekuatan Udara Ditentukan Disiplin Personel Bukan Hanya Alutsista

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga oleh disiplin personel dalam setiap tahapan tugas.
Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat meninjau langsung kesiapan alutsista dan personel TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang.
Peninjauan dilakukan bersama para pejabat di lingkungan Kemenko Polkam guna memastikan kondisi alutsista dan kesiapan prajurit berada dalam keadaan prima.
“Kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh alutsista, tetapi oleh disiplin personel di setiap tahapan tugas. Di lingkungan penerbangan militer, satu kelalaian kecil dapat berdampak strategis, bukan hanya teknis,” ujar Djamari dalam pengarahan di Skuadron 32.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Kerja Sama Politik dan Keamanan dengan Amerika–Eropa
Ia mengungkapkan sebagai pejabat yang mengoordinasikan kesiapan TNI, Polri, dan BIN, serta sejumlah kementerian, dirinya terus mencari aspek yang perlu diperbaiki dan dipenuhi untuk memastikan kesiapan pertahanan nasional.
“Saya pejabat yang mengoordinasikan semua kesiapan satuan di lingkungan TNI, kepolisian, dan BIN. Oleh sebab itu, kami mencari hal apa yang bisa kami perbaiki dan penuhi,” kata Djamari.
Menurutnya, kesiapan TNI, khususnya angkatan udara, menjadi hal mutlak di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.
“Kita harus siap dan mempersiapkan angkatan udara kita dalam kondisi apa pun, karena perang bisa terjadi kapan pun,” tegasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan Daya Saing Indonesia di Tingkat Global
Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam meninjau tiga alutsista strategis, yakni pesawat angkut C-130 Hercules, Cassa 212, dan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano.
Ketiga armada tersebut memiliki peran penting dalam mobilitas pasukan, operasi militer, serta penanganan situasi darurat.
Menko Polkam juga mengapresiasi peran TNI AU dalam membantu penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang dinilai berjalan relatif cepat berkat kesiapan personel dan alutsista.
“Negara menaruh kepercayaan besar kepada TNI Angkatan Udara. Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo: TNI Tidak Pernah Bombardir Fasilitas Sipil Sepanjang Sejarahnya
Sementara itu, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, menegaskan komitmen satuannya untuk terus meningkatkan kapasitas prajurit.
“Lanud terus melakukan pembinaan dan dukungan optimal terhadap personel serta fasilitas pangkalan,” katanya.
Menutup arahannya, Menko Polkam mengingatkan bahwa negara harus memiliki TNI yang kuat, didukung anggaran memadai, serta kesiapan personel dan alutsista yang optimal.
“Dharma bhakti kalian ditunggu oleh bangsa. Jangan dilupakan, sehebat apa pun keberhasilan, semua atas izin Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































