HANKAM

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Prajurit Denjaka
Sejumlah prajurit Denjaka bersiap melakukan simulasi penyerbuan dalam latihan bersama Australia. Satuan elite antiteror aspek laut ini dibekali kemampuan khusus untuk menuntaskan misi penyergapan cepat di medan tertutup.(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM -Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

Berdasarkan data profil operasional yang dilansir dari Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal), Rabu (4/11), Denjaka memadukan perangkat persenjataan dari produsen barat hingga Asia. Kombinasi perangkat ini dirancang untuk mendukung mobilitas prajurit dalam melumpuhkan target di medan operasi laut, bawah laut, sampai lintas udara.

Untuk penyergapan jarak dekat, para prajurit Denjaka mengandalkan pistol mitraliur Heckler & Koch MP5 asal Jerman serta Daewoo K7 buatan Korea Selatan yang dilengkapi peredam suara. Kedua senjata ini dipilih karena memiliki tingkat akurasi tinggi dan ringkas saat digunakan di ruang sempit.

Sementara itu, untuk operasi penembak runduk, Denjaka memercayakan ketepatan bidikannya pada senapan Heckler & Koch PSG1 buatan Jerman. Senjata ini memiliki kemampuan eliminasi jarak jauh untuk melumpuhkan target dari pos tersembunyi.

Dalam skenario penyerbuan terbuka, arsenal penyerangan mereka didukung oleh deretan senapan serbu terkemuka seperti Heckler & Koch G36, HK416, Colt M4, senapan buatan PT Pindad yakni SS-1, serta CZ-58. Keragaman platform ini memastikan prajurit dapat beradaptasi dengan ketersediaan amunisi di lapangan.

Untuk memberikan tembakan perlindungan yang masif saat kontak senjata, para prajurit Denjaka menggunakan senapan mesin ringan FN Minimi M60 dan Daewoo K3. Rangkaian persenjataan tersebut disempurnakan dengan jajaran pistol semi-otomatis berkaliber 9 milimeter untuk pertahanan diri jarak sangat dekat, yang mencakup Beretta, HK P30, hingga SIG Sauer.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.