HANKAM

Terapkan Pertahanan Udara Berlapis, Begini Integrasi Antarmatra TNI di Sektor Barat Penyangga Jakarta

Ilustrasi alutsista Arhanud
Ilustrasi alutsista Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Korps Marinir. Pengamanan sektor barat penyangga ibu kota di Tanjung Burung didukung oleh integrasi pertahanan udara lintas matra. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menyiapkan strategi pertahanan udara berlapis di kawasan Tanjung Burung, Tangerang, Banten. Komandan Brigif 6 Marinir Kolonel (Mar) Ernesto Ardendi Brahmana menyatakan, pengamanan ring luar ibu kota ini melibatkan integrasi lintas matra.

"Yang jelas untuk pertahanan udara. Pertahanan udara, nanti memang untuk yang di daerah Tanjung Burung itu bukan hanya Marinir, di situ nanti ada artileri pertahanan udaranya TNI AD, termasuk areanya Pasgat, terus dari TNI AL juga ada," ujar Ernesto saat di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).

Konsep pertahanan berlapis ini menyatukan unsur Infanteri Marinir, Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD, Korps Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI AU, serta unsur pertahanan laut TNI AL. Sinergi tersebut dirancang untuk mengantisipasi potensi ancaman udara di sektor barat penyangga ibu kota.

Baca Juga: Di Balik Pembentukan 4 Batalion Baru, Personel Brigif 6 Marinir Baru Terisi 30 Persen

Di balik penyiagaan tersebut, pembangunan kekuatan satuan tempur ini masih berproses secara bertahap. Ernesto menyebutkan, pemenuhan personel saat ini baru mencapai 30 persen.

"Masih sekitar 30 persen jumlah personel," kata Ernesto.

Mengenai markas komando yang berkedudukan di Tanjung Burung, ia menjelaskan, kekuatan awalnya masih terbatas. "Untuk Mako-nya sendiri kita baru berjumlah 21 personel. Jadi, untuk Mako hanya Komandan Brigade dan Pasops Brigade sementara," jelasnya.

Untuk menutupi kekurangan pasukan tersebut, Korps Marinir mengombinasikan prajurit lulusan baru dengan penarikan prajurit senior dari Pasukan Marinir (Pasmar) 1.

Baca Juga: Gelar Donor Darah Serentak di 5 Wilayah, Korps Marinir Target Ribuan Kantong untuk Masyarakat

Satuan tempur anyar tersebut mencakup Yonif 19 Marinir, Yonif 20 Marinir, Yonif 21 Marinir, serta Yonif 22 Marinir. Seluruh jajaran ini sebelumnya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada upacara parade hari ulang tahun ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10).

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan, penyiagaan pasukan baru ini terfokus untuk menjaga kawasan pusat pemerintahan. Penempatan pasukan terbagi dalam dua wilayah siaga utama.

Sektor barat yang menaungi Mako Brigif 6 Marinir, Yonif 19 Marinir, dan Yonif 20 Marinir berkedudukan di Tanjung Burung, Tangerang, untuk mengamankan objek vital nasional seperti Bandara Soekarno-Hatta. Sementara sektor timur mencakup Yonif 21 Marinir dan Yonif 22 Marinir yang bersiaga di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, untuk mengawal jalur strategis menuju kawasan pusat pemerintahan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.