HANKAM

Sertu A.H Dilarikan ke RS, Diduga Dianiaya Atasan Berpangkat Kapten

Irfan Amir
Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir. (Foto: Dok. Kodam XV/Pattimura)

Jakarta, IDM - Seorang prajurit TNI AD berpangkat Sersan satu (Sertu) dengan inisial A.H diduga jadi korban penganiayaan yang melibatkan atasannya seorang Perwira berpangkat Kapten Inf. J.R. Kekerasan ini terjadi di wilayah Rindam XV/Pattimura.

Menanggapi ini, Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir memastikan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian serius dan saat ini sedang ditangani sesuai mekanisme serta prosedur yang berlaku di lingkungan TNI AD.

"Setiap laporan dan informasi terkait dugaan kejadian tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan secara menyeluruh, objektif, dan profesional guna mengungkap fakta serta memastikan kejelasan peristiwa yang sebenarnya," kata Irfan dikutip keterangan Penkodam XV/Pattimura, Senin (2/11).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang kepada aparat yang berwenang dalam menjalankan proses pemeriksaan dan pendalaman perkara, sehingga penanganannya dapat berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan.

Proses Hukum

Lebih lanjut Irfan memastikan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan bukti yang cukup dan pihak yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran, maka penanganannya akan dilanjutkan sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menyebut bahwa setiap prajurit memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran maupun tindak pidana harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang sah.

"Penegakan hukum akan dilaksanakan secara tegas, profesional, dan proporsional tanpa membedakan pangkat maupun jabatan. Setiap bentuk pelanggaran yang terbukti harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku," tegas Irfan.

Korban Didampingi hingga Pemulihan

Pascapenganiayaan, Irfan mengatakan pihaknya langsung melakukan pendampingan dari pemeriksaan kesehatan hingga pemulihan. Ia menyebut kondisi kesehatan Sertu A.H yang diketahui memiliki riwayat hipertensi.

"Pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 20.00 WIT, Sertu A.H dibawa ke Puskesmas Kairatu setelah mengeluhkan sesak napas dan nyeri dada, sehingga harus menjalani perawatan inap. Setelah kondisinya membaik yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Piru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Saat ini, kondisinya dilaporkan telah stabil dan masih menjalani perawatan di ruang rawat inap," kata Irfan.

Ia pun meluruskan bahwa Sertu A.H. sempat mengalami koma. Berdasarkan informasi yang diterima, kabar tersebut tidak benar.

"Pemenuhan hak korban, termasuk akses terhadap pelayanan medis, pendampingan, serta perhatian terhadap proses pemulihan, menjadi hal penting yang terus diperhatikan. Pihak Rindam XV/Pattimura akan memantau perkembangan kondisi kesehatan yang bersangkutan selama menjalani perawatan. Danrindam XV/Pattimura mengharapkan keluarga korban dan masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan perkara melalui saluran resmi dari pihak berwenang," pungkas Irfan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.