Tugu Memorial Serdadu Jepang

Jakarta, IDM – Tak hanya peninggalan Sekutu yang menjadi saksi pertempuran berdarah di Sungai Cianten, Leuwiliang. Ternyata, ada juga tugu memorial serdadu Jepang yang didirikan untuk memperingati peristiwa bersejarah ini. Tugu ini berdiri di kawasan bantaran Sungai Cianten, tepat berada di bawah kaki Bukit Pasir Angin.
“Jika kita datang dari arah Jakarta atau Kota Bogor, sebelum memasuki jembatan, kita akan melewati sebuah jalan yang mengarah menuju pinggir sungai. Di area tersebut, terdapat sebuah tugu peringatan yang dibangun oleh Kedutaan Besar Jepang,” kata Saifuloh yang ditugaskan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjaga situs dan peninggalan Perang Dunia II ini.
Baca Juga: Pertempuran Leuwiliang Menguak Misteri 25 Bunker dan Tugu Veteran Jepang
Menurut Saifuloh, tugu tersebut awalnya dibangun secara mandiri oleh enam orang veteran Perang Dunia II dari pihak Jepang. Tujuan utama dari pembangunan tugu ini adalah untuk mengenang rekan-rekan sesama tentara Jepang yang tewas di aliran Sungai Leuwiliang, sekaligus memperingati peristiwa pertempuran sengit yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Tugu tersebut, lanjut Saifuloh, sempat berpindah tempat dari posisi awalnya. Saat pertama kali dibangun, monumen ini terletak agak bergeser ke arah sebelah pinggiran sungai. Namun, posisinya sekarang telah dipindahkan kembali ke sebelah timur. Pergeseran posisi ini terpaksa dilakukan karena adanya faktor alam berupa abrasi yang terus-menerus mengikis area pinggiran sungai tersebut.

Pada posisi kedua ini, pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar memindahkan tugu dengan membeli luas areal tanah kurang lebih 300 meter. Kondisi tugu saat tim redaksi melihatnya langsung tampak masih berdiri kokoh. Walaupun begitu, kondisinya cenderung kurang terawat karena hanya beratap seng dan banyak ditumbuhi oleh rumput-rumput liar di sekelilingnya.
“Biasanya ada upacara peringatan di bulan Agustus, namun itu pun sudah jarang dilakukan, total baru tiga kali diadakan upacara di sini,” kata Saifuloh.
Baca Juga: 25 Titik Bunker Pertahanan Pasir Angin
Menurut catatan Saifuloh, momen peringatan terakhir kali terjadi ketika belasan orang dari Kedutaan Besar Jepang dan perwakilan dari berbagai perusahaan swasta Jepang di Indonesia berkumpul di tepi Sungai Cianten pada tahun 2021. Saat itu, mereka berdoa bersama di depan tugu tersebut, lalu meletakkan karangan bunga, memasang dupa, dan menyiramkan sake ke atas monumen beraksara kanji.
Di tugu tersebut terdapat pahatan aksara kanji yang memiliki makna mendalam. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, deretan aksara tersebut berbunyi: “Hiroyasu Teitai atau Kolonel Hiroyasu selaku Komandan Resimen yang bertempur; Senbotsusha Ireihi (prasasti untuk mengenang mereka yang gugur); Nihon Koku Niigataken (mereka berasal dari Prefektur Niigata); serta Shibata kyu-Hohei dari 16 Rentai Senyu-kai (didirikan oleh para veteran resimen infanteri ke-16 dari Kota Shibata)”
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































