HISTORY

Benteng Kuto Besak, Warisan Perjuangan Rakyat Palembang Melawan Penjajah

Benteng Kuto Besak.
Benteng Kuto Besak. (Foto: Dok. Humas Kota Palembang)

Jakarta, IDM – Di tepi Sungai Musi, Kota Palembang, Sumatra Selatan, terdapat Benteng Kuto Besak. Benteng ini menjadi satu-satunya benteng keraton di Indonesia yang dibangun dari bata merah dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

​Dilansir dari keterangan Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Minggu (28/6), Benteng Kuto Besak dibangun pada tahun 1780 atas perintah Sultan Mahmud Badaruddin I Jayawikrama.

Baca Juga: Kisah Ryamizard Ryacudu Bersama Marinir Bebaskan Tawanan di Kamboja

Benteng ini memiliki luas 19 hektar dengan tembok setinggi 9 meter, dan dahulu menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Letaknya yang tepat di tepi Sungai Musi bukanlah sebuah kebetulan, karena sungai tersebut merupakan urat nadi perdagangan sekaligus jalur pertahanan kerajaan pada saat itu.

​"Kuto Besak bukan cuma bangunan tua. Ia adalah saksi bisu perlawanan rakyat Palembang melawan penjajahan Belanda," tulis keterangan Kodam II/Sriwijaya.

Baca Juga: Kisah Ryamizard Ryacudu Bersama Marinir Bebaskan Tawanan di Kamboja

​Dari benteng inilah strategi perang diatur dan semangat "Mati Syahid, tidak mau dijajah" terus menyala. Meskipun beberapa kali diserang dan dikepung, kekokohan struktur bangunan serta tingginya semangat para pejuang membuat Benteng Kuto Besak tetap tegap berdiri sampai kemerdekaan tiba.

​Hari ini, Kuto Besak telah berubah peran dari benteng pertahanan menjadi ikon budaya dan destinasi wisata kebanggaan warga Palembang. Setiap bata merahnya menyimpan cerita tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air. Mengunjungi tempat ini rasanya seperti berjabat tangan dengan sejarah, karena selama Kuto Besak masih berdiri, kisah perjuangan rakyat Palembang tidak akan pernah padam.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.