Bakal Diangkat ke Film, Ini Alasan Pelabuhan Cilacap Pernah Dibumihanguskan

Jakarta, IDM - Pelabuhan Cilacap menyimpan cerita besar saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda pada 1947. Pejuang Indonesia terpaksa membumihanguskan seluruh fasilitas vital demi mencegah pelabuhan jatuh ke tangan musuh, dan kisah ini siap diangkat ke layar lebar.
Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) bersama Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cilacap mengulas kembali peristiwa tersebut dalam forum diskusi di BPKAD Kabupaten Cilacap, Kamis (23/7). Pertemuan ini bertujuan mengenalkan kembali sejarah maritim lokal kepada warga.
Penjabat Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyebut pembumihangusan itu menjadi bukti keteguhan rakyat bersama tentara dalam menjaga kedaulatan negara.
Baca Juga: 25 Titik Bunker Pertahanan Pasir Angin
"Peristiwa Bumi Hangus Cilacap 1947 merupakan warisan sejarah yang sarat dengan nilai patriotisme, keberanian, dan pengorbanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus," kata Ammy, dikutip dari laman TNI AL, Senin (27/7).

Pelabuhan Cilacap menjadi sasaran utama karena menjadi pusat pasokan pasokan logistik Republik Indonesia di pantai selatan Jawa. Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut Laksma I Made Wira Hady Arsanta Wardhana menyebut peristiwa ini memperlihatkan kekompakan semua lini.
"Peristiwa Bumi Hangus Cilacap memperlihatkan sinergi antara TNI AL pemerintah, dan masyarakat dalam mempertahankan Pelabuhan Cilacap yang saat itu menjadi urat nadi logistik Republik Indonesia," tutur Wira.
Baca Juga: Rekam Jejak Pembentukan Skadron Udara 32: Dari Antonov hingga Hercules
Wira menegaskan, penghancuran fasilitas di Cilacap murni taktik pertahanan agar aset strategis tidak dimanfaatkan Belanda. Nilai sejarah inilah yang bakal dikemas dalam bentuk film agar makin melekat di ingatan anak muda.

Di sisi lain, taktik pembumihangusan ini terbukti ampuh menahan laju serangan musuh dari arah laut. Staf Ahli Disjarahal Kolonel Laut (Purn) Heri Sutrisno menilai keputusan ekstrem tersebut membuktikan ketangguhan strategi maritim Indonesia.
"Peristiwa Bumi Hangus Cilacap 1947 memiliki nilai strategis sebagai bukti kekuatan pertahanan maritim Indonesia dan penerapan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta yang berhasil menghambat agresi militer Belanda," ujar Heri.
Langkah Lanal Cilacap mengulas kisah ini sekaligus menanamkan jiwa bela negara dan rasa cinta tanah air kepada masyarakat pesisir Jawa Tengah.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































