HANKAM

Di Balik Pembentukan 4 Batalion Baru, Personel Brigif 6 Marinir Baru Terisi 30 Persen

Ernesto Ardendi Brahmana
Komandan Brigif 6 Marinir Kolonel (Mar) Ernesto Ardendi Brahmana saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/11). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Di balik peresmian empat batalion baru sebagai benteng pertahanan penyangga Ibu Kota, Korps Marinir menghadapi realitas progres di lapangan. Komandan Brigif 6 Marinir Kolonel (Mar) Ernesto Ardendi Brahmana mengungkapkan, pemenuhan kekuatan prajurit saat ini baru mencapai 30 persen.

"Masih sekitar 30 persen jumlah personel," ujar Ernesto saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/11).

Baca Juga: Gelar Donor Darah Serentak di 5 Wilayah, Korps Marinir Target Ribuan Kantong untuk Masyarakat

Markas Komando Brigade yang berkedudukan di Tanjung Burung, Tangerang, Banten, saat ini juga baru diisi oleh 21 personel yang mencakup komandan brigade dan perwira seksi operasi sementara.

Untuk mencukupi kebutuhan pasukan, Korps Marinir mengombinasikan prajurit lulusan pendidikan baru dengan penarikan prajurit senior dari jajaran Pasukan Marinir (Pasmar) 1. Langkah ini ditempuh agar struktur kepemimpinan dan kematangan satuan tetap terjaga di setiap tingkat komando.

Baca Juga: TNI Siapkan 1.311 Penyuluh untuk Diterjukan ke Wilayah Terdampak Karhutla di Tiga Provinsi

Satuan tempur anyar tersebut mencakup Yonif 19 Marinir, Yonif 20 Marinir, Yonif 21 Marinir, serta Yonif 22 Marinir. Seluruh jajaran ini sebelumnya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada upacara parade hari ulang tahun ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Penempatan pasukan terbagi ke dalam dua sektor wilayah siaga.

Sektor barat menaungi Markas Komando Brigif 6 Marinir, Yonif 19 Marinir, dan Yonif 20 Marinir di Tanjung Burung, Tangerang, untuk mengamankan objek vital nasional seperti Bandara Soekarno-Hatta. Sementara sektor timur mencakup Yonif 21 Marinir dan Yonif 22 Marinir yang bersiaga di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, untuk mengawal jalur strategis menuju kawasan pusat pemerintahan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.