Cara Kerja Radar Surveillance dalam Sistem Pertahanan Udara

Jakarta, IDM – Radar surveillance atau radar pengawasan merupakan salah satu mata utama dalam sistem pertahanan udara nasional (hanudnas).
Radar surveillance berfungsi sebagai mata sensor, yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, melacak hingga memberikan peringatan dini ancaman pertahanan udara.
“Radar memberikan gambaran situasi udara yang menjadi dasar bagi pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” tulis unggahan akun Instagram Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), dikutip Rabu (19/8).
Baca Juga: Dirut PAL Sebut USV Kamikaze Berpotensi Membangun Kemampuan Teknologi Dalam Negeri
Radar tidak bekerja sendiri, tetapi terintegrasi secara sistem. Radar perlu dipadukan dengan perangkat identifikasi lawan atau kawan (IFF), automatic dependent surveillance-broadcast (ADS-B), flight plan, intelijen serta sensor lain melalui sistem komando dan pengendalian untuk membentuk recognized air picture (RAP).
Dari sistem tersebut, setiap objek udara dapat dipantau, dikenali, dianalisis, dan direspons sesuai tingkat ancamannya.
Dalam proses deteksi dini, radar mendeteksi objek udara sejak awal. Kemudian, radar melacak objek dengan memantau arah, kecepatan, dan ketinggian sasaran. Radar selanjutnya mengidentifikasi ancaman dengan memadukan IFF, ADS-B, dan sensor lain.
Baca Juga: Spesifikasi USV Kamikaze yang Tampil dalam Latihan Terintegrasi TNI 2026, Adopsi Sistem KSOT
Proses tersebut kemudian memunculkan peringatan dini lewat informasi ancaman ke pusat komando.
“Dalam pertahanan udara modern, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menindak sasaran, tetapi juga oleh kemampuan melihat lebih jauh, mengetahui lebih awal, dan bertindak lebih cepat,” tulis Kohanudnas.
Adapun radar surveillance tidak hanya dimiliki matra udara. TNI Angkatan Laut juga memiliki radar coastal surveillance yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi, pemantauan, dan pengawasan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































