Denjaka hingga Kopassus Latihan Bareng Pasukan Khusus Australia di Bogor

Jakarta, IDM – Sejumlah pasukan elite TNI menempa kemampuan tempur bersama pasukan khusus Australia dalam latihan gabungan bersama Trisula Wyvern 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Latihan militer bilateral ini mempertemukan Kopassus hingga Denjaka untuk menguji sinkronisasi taktik operasi khusus.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan, rangkaian materi latihan yang diberikan dirancang secara mendalam untuk menguji ketangkasan personel di lapangan, khususnya dalam aspek penanganan taktis dan pertempuran jarak dekat.
"Sejumlah materi latihan diberikan kepada para peserta, meliputi Tactical Combat Casualty Care atau penanganan korban luka di medan pertempuran, Sensitive Site Exploitation atau pengeledahan dan eksploitasi wilayah, serta Marksmanship Shooting atau teknik menembak runduk," ujar Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (31/10).
Baca Juga: Panglima Kostrad Keluarkan 7 Perintah Baru, Ini Isinya
Rangkaian menu latihan tersebut kemudian berlanjut pada penguasaan teknik pembersihan dan pertempuran skala teknis lainnya. Rana menambahkan, materi ini ditutup dengan simulasi penyerbuan secara menyeluruh.
"Dilanjutkan dengan Breaching Explosive Ordnance Disposal atau teknik peledakan dan penjinakan amunisi, dan Close Quarter Battle atau pertempuran jarak dekat, diakhiri Mission Planning hingga Full Mission Profile," imbuh Kolonel Mar Rana Karyana.
Ajang latihan bersama yang berlangsung dari 19-29 Oktober ini melibatkan satuan-satuan khusus terkemuka. Unsur yang diterjunkan meliputi Denjaka Satuan-81 Gultor Kopassus, serta Satbravo 90 Koparsgat.
Baca Juga: Keahlian Spesial Prajurit TNI Diuji, Mahir Las Kapal hingga Menyelam di Bawah Air
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi menilai latihan gabungan ini menjadi momentum penting bagi prajurit untuk mendongkrak profesionalisme dan interoperabilitas. Menurutnya, kerja sama ini juga memperkuat rasa saling percaya antara pasukan khusus kedua negara.
"Latgabma Trisula Wyvern 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur, dan interoperabilitas prajurit Denjaka, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pasukan khusus negara sahabat," ujar Endi.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































