Robi Herbawan, Satu-satunya Pati TNI AD yang Naik Bintang Tiga

Jakarta, IDM – Letnan Jenderal (Letjen) TNI Robi Herbawan jadi satu-satunya Perwira Tinggi (Pati) TNI yang naik pangkat di bulan Juli tahun 2026.
Baca Juga: TNI dan Polri Hadapi Kompleksitas Ancaman di Era Modern
Dilansir dari keterangan Dispenad, Senin (20/7), Robi dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama 45 Pati lainnya yang juga naik pangkat dan pecah bintang.
Robi diketahui resmi mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan RI.
Baca Juga: KSAU Tegaskan Komitmen TNI AU Dukung Pembinaan Atlet Panahan Nasional
Robi tercatat pernah berdinas di Kopassus selama 12 tahun di Satuan Penanggulangan Teror (Sat Gultor)-81. Ia juga pernah menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada Desember 1995 hingga Maret 1998. Robi dipercaya menjadi Dansatgas Bais di Aceh pada 2016-2018.
Hankam

Sehari Setelah Dievakuasi, KSAD Pimpin Langsung Pemakaman Militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin langsung upacara pemakaman militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Trenggalek, prajurit TNI AD yang gugur saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































