Panglima TNI Buka Suara soal Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Jakarta

Jakarta, IDM –Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan penjelasan terkait pengerahan pasukan besar-besaran ke DKI Jakarta belakangan ini.
Dalam pesan berantai yang diterimaIndonesia Defense Magazine(IDM) pada Rabu (4/11), terdapat informasi pergerakan puluhan ribu personel TNI dari luar Jakarta menuju Ibu Kota.
Dalam pesan tersebut, personel diminta siap siaga dan menunggu perintah lanjutan. Kemudian, pasukan dari luar Jakarta akan diperbantukan mendukung pasukan yang exsisting di Jakarta.
“Di dalam internal TNI, kami menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan dalam rangka kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman,” kata Agus Subiyanto di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11).
Agus menjelaskan, ada dua ancaman untuk menentukan status siaga di TNI, yakni bencana alam dan hambatan seperti konflik sosial, terorisme, separatisme hingga makar.
Panglima TNI juga menjelaskan terkait tahapan siaga 1, siaga 2, dan siaga 3 dalam TNI. Untuk siaga 1 misalnya, di mana situasi di suatu wilayah menunjukkan eskalasi yang meningkat. Para personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) sudah disiagakan dan masuk ke pos masing-masing.
Namun, Agus tidak menyebutkan tahapan status siaga berapa yang sedang diterapkan di Jakarta.

“Siaga itu tidak ada waktunya, kita lihat situasi, baru kami lakukan siaga 1, siaga 2, dan siaga 3. Kami selalu mengantisipasi setiap wilayah, kami berlakukan siaga tersebut supaya kesiapsiagaan personel dan alutsista tetap terjaga, makanya kami berlakukan siaga terus,” tutur Panglima TNI.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas lewat keterangannya juga mengatakan bahwa pengerahan tersebut merupakan hal biasa karena TNI dituntut selalu siap siaga.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Nas, Rabu (4/11).
Nas juga menyatakan, TNI selalu siap melaksanakan tugas dengan berpedoman perundang-undangan yang berlaku.
“Tidak perlu dikait-kaitkan dengan isu apa pun,” ujar Kapuspen TNI.
Hankam

Panglima TNI Buka Suara soal Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Jakarta
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa pengerahan dan pergerakan personel TNI ke Jakarta merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan untuk menjaga kedaulatan negara dan mengantisipasi potensi ancaman.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.














































































