Main Kartu Pakai Atribut Resmi, Sejumlah Prajurit TNI AD Diperiksa Intelijen

Jakarta, IDM –Aksi sejumlah prajurit TNI AD dari Kodam XV/Pattimura yang diduga bermain kartu menggunakan atribut TNI resmi di kawasan Kafe Ujung JMP, Ambon berbuah pemeriksaan intelijen.
Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Kolonel Inf Adi Swastika, mengatakan para prajurit yang diduga terlibat telah dimintai keterangan oleh Staf Intelijen Kodam XV/Pattimura.
“Saat ini, oknum anggota yang terlibat telah dimintai keterangan di Staf Intelijen Kodam XV/Pattimura untuk menjalani proses pemeriksaan intensif,” kata Kolonel Inf Adi Swastika dalam keterangan resminya di Ambon, Sabtu (7/11).
Menurutnya hasil pemeriksaan sementara, personel yang berada di lokasi merupakan pengemudi dan ajudan yang sedang menjalankan tugas pengamanan serta mendampingi pimpinan. Mereka disebut bermain kartu sambil menunggu kegiatan pimpinan selesai.
“Para personel tersebut saat itu sedang menunggu selesainya kegiatan pimpinan. Karena waktu menunggu cukup lama hingga larut malam, mereka mengisi waktu luang dengan bermain kartu secara santai,” ujarnya.
Kapendam mengatakan pihaknya masih mendalami apakah ada uang yang digunakan dalam permainan tersebut. Pemeriksaan juga melibatkan sejumlah pihak karena terdapat beberapa terduga dan saksi.
“Perihal penggunaan materi atau uang dalam aktivitas tersebut, proses pemeriksaan masih berjalan dan terus didalami,” katanya.
Ia menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan bahwa para prajurit menggunakan uang atau terlibat perjudian, Kodam akan memproses mereka sesuai ketentuan hukum militer.
“Apabila dari hasil pendalaman lanjutan terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa oknum anggota tersebut benar-benar menggunakan uang atau terlibat dalam perjudian, Kodam XV/Pattimura memastikan akan langsung memproses hukum oknum yang bersangkutan sesuai aturan dan ketentuan hukum militer yang berlaku,” kata Kapendam.
Kapendam menambahkan, Kodam tidak akan menoleransi pelanggaran hukum, terlebih jika dilakukan dengan mengenakan atribut resmi TNI. Ia menyebut tindakan tersebut dapat mencederai kehormatan satuan. Pada kesempatan tersebut, ia pun menyampaikan permohonan maaf atas keresahan masyarakat dan berkomitmen menindak tegas setiap prajurit yang melanggar disiplin maupun hukum.
"Kepada masyarakat agar melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota TNI kepada Polisi Militer. Kalau ada tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum, ada baiknya segera dilaporkan kepada Polisi Militer sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI,” tutupnya.
Hankam

Dua Hari Operasi Kinetik 3.27, Prajurit Badak Putih Sergap OPM di Yahukimo
Satgas Yonif 320/Badak Putih Divif 1 Kostrad memukul mundur kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka dalam Operasi Kinetik 3.27 di Yahukimo, serta mengamankan tujuh pucuk senjata api, amunisi, dan Bendera Bintang Kejora.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.














































































