KSAD Sambangi Kementerian Koperasi Bahas KDKMP

Jakarta, IDM –Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi jajaran mengunjungi Kementerian Koperasi (Kemenkop). Kedatangannya disambut langsung Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.
Dikutip dari Instagram resmi Menkop Ferry Juliantono,@ferry.juliantono, Sabtu (7/11), dijelaskan kedatangan KSAD untuk membahas perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ferry menjelaskan pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kementerian Koperasi dan TNI AD dalam mendukung pelaksanaan program KDKMP, khususnya dalam memastikan proses verifikasi dan validasi (verval) berjalan secara optimal dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
"Saya berharap kolaborasi ini dapat mempercepat penyelesaian berbagai tahapan pelaksanaan program, sehingga pembangunan dan operasionalisasi KDKMP dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan," kata Ferry.
Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota, Mayor Jenderal TNI Rudi Rahmad Nugraha, Koordinator Staff Pribadi KSAD Kolonel Inf Gede Agus Dian Pringgana, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi.
Hankam

KSAD Sambangi Kementerian Koperasi Bahas KDKMP
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menemui Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk membahas percepatan dan optimasi verifikasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.













































































