HANKAM

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV

I Gung Putu Alit Jaya
Pangkoarmada II Laksda I Gung Putu Alit Jaya memberikan arahan kepada jajaran staf saat memimpin jalannya geladi posko hari ketiga latihan Armada Jaya XLIV di Surabaya, Rabu (4/11).Dok. Dispen Koarmada II

Jakarta, IDM- Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya memimpin pematangan rencana operasi hari ketiga latihan Armada Jaya XLIV di Surabaya, Rabu (4/11). Bertindak sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Laut Gabungan (Pangkogaslagab) A, Alit menerbitkan perintah persiapan bagi jajaran satuan bawah.

"Prinsip ini menjadi dasar dan penekanan bagi satuan-satuan di bawah Kogaslagab A untuk segera melaksanakan langkah-langkah persiapan, sehingga memiliki waktu yang cukup dalam menyiapkan diri sejalan dengan proses perencanaan yang sedang berlangsung," ujar Alit, dikutip dari keteranganDispen Koarmada II,Kamis (5/11).

Rangkaian agenda berlanjut dengan sosialisasi proses perencanaan keputusan militer modifikasi yang dipaparkan oleh Komandan Seskoal Laksda Ariantyo Condrowibowo selaku ketua tim penilai via konferensi video. Sosialisasi ini menekankan kedisiplinan prosedur agar alur perencanaan berjalan sistematis.

"Sosialisasi ini memberikan penekanan terhadap tahapan PPKM yang akan diterapkan, sehingga proses perencanaan berjalan sistematis, terukur, dan sesuai doktrin," tegas Ariantyo.

Puncak kegiatan hari itu ditandai saat Alit memimpin langsung forum pengembangan cara bertindak dan analisis cara bertindak. Sesi ini menggodok opsi taktis lapangan yang bermuara pada konsep umum operasi Kogaslagab A.

Sebelum pendalaman taktis tersebut, rangkaian geladi posko pada hari kedua, Selasa (3/11), diawali melalui pengenalan analisa tugas pokok. Pada fase itu, pimpinan menerima paparan analisa tugas staf umum untuk merumuskan kesimpulan tugas dalam dokumen perencanaan operasi.

perwira TNI AL

Libatkan 600 Prajurit TNI AL

Agenda geladi posko ini merupakan bagian dari latihan puncak TNI AL, Armada Jaya XLIV Tahun Anggaran 2026, yang resmi dibuka di Surabaya pada Senin (2/11). Latihan skala besar ini melibatkan 600 prajurit untuk menguji kesiapan operasional serta pembentukan lima komando tugas sekaligus.

Kelima unsur yang diuji meliputi komando tugas gabungan laut, komando tugas gabungan amfibi, komando tugas gabungan pendaratan administrasi, komando tugas gabungan pertahanan pantai, serta satuan tugas dukungan siber di mandala perairan barat dan timur Indonesia.

Dalam upacara pembukaan yang dipimpin Komandan Kodiklatal Laksdya Achmad Wibisono atas nama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, pimpinan mewanti-wanti ancaman perang modern yang kini bergeser ke arah teknologi nirmiliter.

"Wahana tanpa awak dengan biaya relatif murah mampu mengancam kapal perang bernilai tinggi, rudal jarak jauh dapat menjangkau sasaran di balik cakrawala, sementara serangan siber berpotensi melumpuhkan sistem komando sebelum satu peluru ditembakkan," tegas Ali.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Ilustrasi Helikopter Mi 17V5

Nama Delapan Prajurit yang jadi Korban Jatuhnya Helikopter TNI AD

TNI AD merilis nama delapan prajurit kru helikopter Mi 17V5 yang jatuh saat operasi pemadaman Karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Dua prajurit gugur, lima selamat dan menjalani perawatan, sementara satu kru masih dalam proses evakuasi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.