TNI AL Sikat Penyelundupan Rp26 Miliar: 36 Ton Konsentrat Emas dan Kayu Ilegal Digagalkan

Jakarta, IDM- TNI AL menggagalkan penyelundupan sumber daya alam bernilai jumbo dengan taksiran total mencapai Rp26,4 miliar. Operasi penindakan hukum di laut ini menyasar pengiriman puluhan ton konsentrat emas hingga kayu olahan ilegal lintas wilayah.
Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Denih Hendrata menegaskan, penindakan ini merupakan komitmen institusi dalam melindungi sumber daya negara dari praktik eksploitasi tanpa izin. Pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengembangan informasi intelijen di lapangan.
"TNI AL kembali menunjukkan ketegasan dalam menjaga kedaulatan dan menindak segala bentuk pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia," ujar Denih saat memimpin konferensi pers di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V, Surabaya, Rabu (4/11).
Operasi pertama membongkar pengiriman sekitar 36 ton konsentrat emas atau setara 1.500 karung tanpa dokumen sah. Barang tambang tersebut diangkut menggunakan truk dari Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, menuju Gresik, Jawa Timur, sebelum disergap tim gabungan saat turun dari kapal feri di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.
Selain logam mulia, aparat penegak hukum laut turut menyikat sindikat pembalakan liar berupa 23 kontainer kayu olahan jenis merbau. Temuan itu berawal dari audit terhadap 37 kontainer di Depo Tanto 2, Surabaya, yang setelah diperiksa oleh tenaga ahli terbukti melanggar spesifikasi ukuran, pola potongan, serta volume dari dokumen resmi.
Seluruh barang bukti bernilai puluhan miliar rupiah tersebut kini diamankan di Markas Kodaeral V untuk menjalani proses hukum lanjutan. Operasi penindakan ini melibatkan koordinasi lintas instansi yang turut dihadiri oleh jajaran intelijen pangkalan, satuan patroli, unsur kepolisian, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Kementerian ESDM, serta perwakilan pemerintah daerah.
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































