Sikat Markas OPM di Papua, 450 Prajurit Yonif 5 Marinir Pulang Bawa Catatan Prestasi

Jakarta, IDM- Sebanyak 450 prajurit Batalion Infanteri (Yonif) 5 Marinir tiba kembali di kesatrian usai merampungkan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG. Pasukan berjuluk "Gurita Sakti" ini menuntaskan misi dengan catatan keberhasilan menangani kelompok bersenjata di Papua.
Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menyambut langsung kepulangan ratusan prajurit tersebut di Kesatrian Marinir Soeroto II, Ujung Semampir, Surabaya, Rabu (4/11). Penyambutan diwarnai pengalungan bunga sebagai bentuk apresiasi atas penugasan yang diemban.
"Keberhasilan Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Gobang VI yang telah menorehkan sejumlah capaian selama penugasan," ujar Oni saat menyambut pasukan, dikutip dari keteranganPasmar 2.

Di bawah komando langsung Letkol Marinir Teguh Pristiyanto Dwi S., Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Gobang VI mencatatkan sejumlah operasi penting. Catatan tersebut meliputi pembersihan markas kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), penangkapan anggota kelompok bersenjata beserta simpatisannya, hingga evakuasi warga sipil korban penembakan.
Teguh menegaskan, seluruh hasil tersebut dicapai berkat kedisiplinan dan soliditas pasukan di lapangan.
"Keberhasilan dalam melaksanakan tugas merupakan hasil dari kerja keras, loyalitas dan dedikasi yang tinggi, disiplin yang tinggi, kerja sama tim, serta keberanian yang senantiasa dilandasi perhitungan dan profesionalisme prajurit Yonif 5," tegas Teguh.
Hankam

Puluhan Ribu Personel TNI Geser ke Jakarta, Mabes TNI: Kami Dituntut Siap Siaga
Markas Besar TNI angkat bicara soal informasi pergerakan puluhan ribu personel TNI dari luar Jakarta menuju Ibu Kota. Informasi itu telah beredar lewat pesan berantai di media sosial.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































