HANKAM

Cegah Karhutla, Pesawat CN-295 TNI AU Jalani Operasi Modifikasi Cuaca di Sultra

Pesawat CN 295
Pesawat CN-295 yang dikerahkan TNI AU untuk menjalani Operasi Modifikasi Cuaca di Sulawesi Tenggara.(Dok. Instagram @lanud_haluoleo)

Jakarta, IDM -TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus menunjukkan komitmennya dalam mencegah sekaligus menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya dengan mengerahkan pesawat.

Terbaru, pesawat angkut CN-295 TNI AU mengudara untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sulawesi Tenggara, Rabu (4/11).

Penerangan Lanud Haluoleo menjelaskan langkah tersebut merupakan upaya mitigasi dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang mengalami kondisi kering dan rawan kebakaran.

Operasi kemudian difokuskan untuk mengurangi dan memadamkan titik api (hotspot) yang mulai bermunculan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara akibat musim kemarau panjang.

Alat semai
Alat semai yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sulawesi Tenggara.(Dok. Instagram @lanud_haluoleo)@lanud_haluoleo

Dalam praktiknya, CN-295 lepas landas dari Lanud Haluoleo dan membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) yang akan disebarkan di sejumlah wilayah potensial guna merangsang pertumbuhan awan hujan.

"Lanud Haluoleo siap mendukung langkah pemerintah daerah dan instansi terkait melalui pengerahan sumber daya serta fasilitas yang tersedia guna membantu mengoptimalkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Sulawesi Tenggara," jelas Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto.

Dalam operasi tersebut, TNI AU bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Melalui kegiatan OMC ini, TNI AU bersama instansi terkait berupaya meningkatkan potensi terjadinya hujan untuk membasahi lahan yang kering, mengurangi risiko meluasnya kebakaran, serta membantu penanganan karhutla, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat," pungkas Tarmuji.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.