Perdana! TNI AD Kerahkan 16 Meriam Caesar 155 mm Guncangkan NTT

Jakarta, IDM – Untuk pertama kalinya, TNI AD melalui Yonarmed 20/Bhadika Yudha menggelar latihan menembak senjata berat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dilansir dari keterangan Penyonarmed 20 pada Selasa (3/11), total terdapat 28 alutsista yang dikerahkan, di antaranya 16 pucuk meriam GS Caesar kaliber 155 mm beserta kendaraan pelengkap. Kendaraan tersebut meliputi 3 unit Pindad Komodo FOV sebagai unsur peninjau, 2 unit Pindad Komodo REV sebagai unsur relay communication, 2 unit Pindad Komodo BCV sebagai unsur pibak baterai, 1 unit Pindad Komodo MEV sebagai unsur meteo, 1 unit kendaraan dinas logistik sebagai unsur perbaikan, 3 unit Isuzu NPS untuk angkut personel, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Baca Juga: KSAL Ungkap Ancaman Perang Modern: Serangan Siber Bisa Lumpuhkan Sistem Komando
Kegiatan ini dijelaskan bukan sekadar latihan, melainkan wujud nyata profesionalisme, kesiapsiagaan, serta kemampuan prajurit Artileri Medan (Armed) dalam menguasai dan mengoperasikan alutsista guna mendukung tugas pokok TNI AD.

"Dentuman meriam menjadi bukti semangat pantang menyerah, disiplin, dan dedikasi prajurit dalam mengasah kemampuan. Karena bagi prajurit Armed, ketepatan, kecepatan, dan daya gempur merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab," tulis keterangan Yonarmed 20.
Baca Juga: 5 Helikopter TNI AL Uji Manuver Pendaratan di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100
Latihan perdana ini digelar usai NTT memiliki Kodam baru, yakni Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, pembentukan Kodam baru tersebut merupakan bagian dari penataan dan penguatan organisasi TNI AD agar lebih adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis serta kebutuhan pertahanan di masing-masing wilayah.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakter geografis, demografi, kondisi sosial, dan dinamika yang berbeda-beda. Oleh karena itu, organisasi kewilayahan perlu disesuaikan agar rentang kendali menjadi lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































