HANKAM

Buka Latihan Armada Jaya, TNI AL Kerahkan 600 Prajurit Uji 5 Komando Tugas

Komandan Kodiklatal Laksdya TNI Achmad Wibisono
Komandan Kodiklatal Laksdya TNI Achmad Wibisono menyematkan tanda peserta kepada perwakilan prajurit saat memimpin pembukaan geladi posko latihan puncak Armada Jaya 2026 di Surabaya, Senin (2/11). (Foto: Dok. Dispen Kodiklatal)

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan 600 prajurit dalam latihan puncak Armada Jaya XLIV tahun anggaran 2026. Latihan berskala besar ini berfokus menguji kesiapan operasional, koordinasi taktis, serta pematangan skenario yang sebelumnya telah dirumuskan dalam rapat pengarahan pada pekan lalu.

Upacara pembukaan geladi posko tersebut berlangsung di Surabaya, Senin (2/11). Komandan Kodiklatal Laksdya TNI Achmad Wibisono memimpin langsung jalannya upacara sebagai perwakilan dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Dalam amanat Ali yang dibacakannya, Wibisono menegaskan latihan tahunan ini memegang peran penting dalam mengukur profesionalisme prajurit di medan tugas.

Baca Juga: Mantan Danpaspampres Mayjen Achiruddin Resmi Jabat Wakaster TNI

"Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak tahunan TNI AL yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit dalam pelaksanaan operasi gabungan," ujar Wibisono, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal, Selasa (3/11).

Ia menambahkan, rangkaian latihan ini juga dirancang untuk menjaga ketajaman analisis unsur pimpinan di lapangan.

"Memelihara kemampuan unsur pimpinan dan staf komando tugas gabungan dalam proses pengambilan keputusan militer, serta menguji doktrin dan petunjuk pelaksanaan yang selama ini menjadi pedoman," lanjutnya.

Baca Juga: Koopssus TNI Kini Punya Markas Baru di Sentul

Untuk mencapai target tersebut, latihan ini melibatkan pembentukan lima komando tugas sekaligus. Unsur yang diuji meliputi komando tugas gabungan laut, komando tugas gabungan amfibi, komando tugas gabungan pendaratan administrasi, komando tugas gabungan pertahanan pantai, hingga satuan tugas dukungan siber.

Seluruh satuan tugas ini menjalankan skenario pertempuran di mandala operasi yang mencakup wilayah perairan Indonesia bagian barat dan bagian timur bagian selatan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.