Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad 55: Jendela Waktu Dan Jejak Perjuangan Menjaga Kedaulatan NKRI

Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad bukan sekadar ruang pameran, melainkan jendela waktu yang membawa pengunjung untuk menyusuri jejak nyata perjuangan para prajurit TNI khususnya Divisi Infanteri 2 Kostrad dalam menjaga kedaulatan bangsa. Di balik setiap artefak dan dokumentasi, tersimpan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kekuatan nasional: keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air. Melalui museum ini, kita diajak mengenal lebih dekat sejarah panjang Divisi Infanteri 2 Kostrad, mulai dari operasi militer hingga kontribusi dalam pembangunan nasional.
Jakarta, IDM – Markas Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad tampak sepi, kala tim redaksi Indonesia Defense Magazine mengunjunginya medio Desember 2025 lalu. Dari pintu utama, sejauh mata memandang rimbunan pohon angsana yang ditanam kiri dan kanan berjajar menambah asri suasana markas pasukan dengan julukan “Cakra” ini.
Markas Divif 2 Kostrad berlokasi di Jalan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Markas ini membawai satuan-satuan mulai dari ujung barat di Salatiga sampai ke ujung timur Banyuwangi.
Baca Juga: Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe Sejarah yang Hidup di Ujung Surabaya
“Karena latar belakang ini, Divif 2 Kostrad punya andil besar dalam menjaga kedaulatan NKRI. Berbagai operasi yang ditugaskan berhasil dituntaskan,” kata Kepala Penerangan (Kapen) Divif 2 Kostrad, Letda Inf Mulyanto menyambut kedatangan redaksi Indonesia Defense Magazine.

Mulyanto mengajak redaksi menyambangi Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad yang banyak menyimpan koleksi perjuangan prajurit bermotto “Vira Cakti Yudha”. “Ada berbagai koleksi dimuseum ini. Dari riwayat satuan-satuan jajaran Divif 2 Kostrad hingga operasi-operasi yang dijalankannya,” kata Mulyanto.
Baca Juga: Sejarah ALRI Gunung: Taktik Gerilya Angkatan Laut Indonesia Melawan Belanda
Museum ini, kata Mulyanto dibangun bukan sekadar ruang pameran, melainkan jendela waktu yang membawa pengunjung menyusuri jejak nyata perjuangan para prajurit TNI khususnya Divif 2 Kostrad dalam menjaga kedaulatan bangsa. Para prajurit berjuang dioperasi militer hingga kontribusi dalam pembangunan nasional. “Di balik setiap artefak dan dokumentasi, tersimpan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kekuatan nasional berupa keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air,” kata Mulyanto.
Ia pun memastikan museum sebagai wahana edukasi. Kalangan akademisi hingga pencinta sejarah boleh berkunjung di museum ini tapi tetap dibawah bimbingan Divif 2 Kostrad.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































