HISTORY

Kisah Ryamizard Ryacudu Bersama Marinir Bebaskan Tawanan di Kamboja

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat dikukuhkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir ke-34 di Cilandak, Jakarta, 9 Desember 2014. (Foto: Dok. Korps Marinir)

Jakarta, IDM – Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu ternyata memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Korps Marinir. Jauh sebelum menjabat sebagai menteri pertahanan (Menhan) periode 2014-2019, mantan kepala staf angkatan darat (KSAD) ini mengukir sejarah kedekatan tersebut saat sama-sama bertugas di daerah operasi.

Hubungan dekat itu bermula ketika Ryamizard mendapat mandat memimpin misi perdamaian ke Kamboja. Bertindak sebagai komandan pasukan, ia mengomandani operasi penting dengan misi utama membebaskan sejumlah tawanan yang disandera di tengah konflik. Dalam menjalankan tugas berat tersebut, Ryamizard didampingi oleh pasukan dari Korps Marinir.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Akebono Jatinegara 1944 Ternyata jadi Alat Propaganda Jepang

Kerja sama taktis di lapangan antara Ryamizard dan prajurit baret ungu berjalan sangat solid hingga operasi pembebasan sandera sukses total. Pengalaman bertaruh nyawa di Kamboja ini membekas mendalam bagi Ryamizard. Saking kagumnya, ia bahkan menyebut di dunia ini hanya ada tiga negara yang punya pasukan Marinir kuat, dan salah satunya adalah Indonesia.

Gara-gara sejarah manis di Kamboja itu pula, Korps Marinir kemudian menganugerahi Ryamizard penghargaan tertinggi. Bertempat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta pada Senin, 9 Desember 2014, ia resmi dikukuhkan sebagai warga kehormatan Korps Marinir ke-34. Komandan Korps Marinir (Dankormar) saat itu, Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, langsung memasangkan baret ungu kebanggaan Marinir, lengkap dengan sematan brevet kehormatan Trimedia dan brevet antiteror aspek laut ke dada Ryamizard.

Baca Juga: Tiga Tokoh yang Memperjuangkan Papua Masuk NKRI

Kisah heroisme lawas tersebut kini menjadi warisan berharga seiring berpulangnya sang jenderal. Ryamizard meninggal dunia pada usia 76 tahun saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (31/5) sore pukul 14.03 WIB.

Sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto, datang melayat langsung ke kantor Kemhan tempat jenazah disemayamkan. Melalui upacara militer penuh khidmat yang dipimpin oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara, jasad sang jenderal kini telah beristirahat dengan tenang di TMP Kalibata, Senin (1/6).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.