HISTORY

B-25 Mitchell AURI dalam Operasi Trikora, Gempur Kapal Belanda di Pulau Gag

pesawat pembom North American B-25 Mitchell
Pesawat pembom North American B-25 Mitchell yang dikerahkan untuk menyerang kapal perang Belanda di Pulau Gag, Irian Barat. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan Indonesia untuk merebut Irian Barat dalam Operasi Trikora.

Sejarah mencatat, sebuah misi udara berisiko tinggi dilancarkan oleh TNI AU yang saat itu bernama AURI, untuk menyerang kapal perang Belanda di Pulau Gag, Irian Barat pada 24 Maret 1962.

Baca Juga: Bisa Gendong 6 Kapal Selam! Inilah KRI Ratulangi, Raksasa 9.000 Ton Pendukung Operasi Trikora

TNI AU melalui unggahan di instagram @sejarah_tniau yang dikutip Selasa (24/3) menjelaskan, misi itu dijalankan dengan mengerahkan satu unit pesawat pembom North American B-25 Mitchell.

Pesawat dengan nomor ekor M-434 itu lepas landas dari Pangkalan Udara Morotai. Di kokpit, pilot Pedet Sudarman bersama kopilot Sutarno mengemban tugas khusus untuk melumpuhkan kapal perang Belanda yang menghalangi jalannya operasi militer Indonesia di kawasan tersebut.

Pilot
Pilot yang mengawaki pesawat pembom North American B-25 Mitchell untuk menyerang kapal perang Belanda di Pulau Gag, Irian Barat. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau)

Saat menjalankan misi, Mayor Pedet Sudarman menerbangkan pesawat rendah di atas permukaan laut guna menghindari deteksi radar musuh. Saat target terlihat di Teluk Pulau Gag, ia menembakkan delapan pucuk senjata mitraliur kaliber 12,7 mm.

Serangan itu membakar kapal musuh, dengan asap hitam mengepul tinggi ke udara, sementara tembakan balasan dari pihak Belanda tidak berhasil mengenai pesawat.

Baca Juga: Rekam Jejak Lahirnya Sekolah Telegrafis Udara

Ketegangan kemudian berlanjut dalam perjalanan kembali. Sebuah pesawat patroli maritim Lockheed P-2 Neptune milik Belanda mengejar dari ketinggian sekitar 1.000 kaki. Dalam situasi tersebut, Mayor Pedet Sudarman membelokkan pesawat ke arah 270 derajat dengan kecepatan maksimal sekitar 250 mil per jam hingga pesawat terasa bergetar.

Pesawat Neptune terus mengejar, namun akhirnya berputar meninggalkan sasaran. Pesawat B-25 Mitchell kemudian melanjutkan penerbangan dan berhasil mendarat dengan selamat di Pangkalan Udara Ambon. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.