HANKAM

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL

TNI AL
Petugas gabungan TNI AL dan Bea Cukai memperlihatkan WNA asal India tersangka penyelundupan 2,1 kg serbuk emas beserta barang bukti di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jumat (30/10).Dok. TNI AL

Jakarta, IDM- Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.

Komandan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan menyatakan, modus operandi tersebut menyerupai kasus serupa yang sempat digagalkan jajarannya pada pekan sebelumnya. Para pelaku sengaja menelan kapsul berisi barang terlarang demi mengelabui mesin pemindai tubuh di bandara.

"Modus penyelundupan ini menggunakan cara yang sama dengan kejadian sebelumnya, di mana pelaku memasukkan serbuk emas ke dalam kapsul dan menyembunyikannya di dalam rongga tubuh untuk mengecoh petugas," ungkap Henoch, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (4/11).

Kasus ini bermula saat tim gabungan yang terdiri atas satgas pengamanan TNI AL Bandara Juanda, Bea Cukai, serta pengamanan bandara mencurigai gerak-gerik dua penumpang pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ-322 tujuan Kuala Lumpur. Petugas langsung membawa keduanya menuju posko pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan fisik awal sama sekali tidak menunjukkan adanya barang mencurigakan. Namun, pemindaian medis menggunakan mesin rontgen di rumah sakit memperlihatkan kejanggalan berupa tiga benda berbentuk kapsul besar di dalam perut kedua pelaku berinisial ANZ dan SRJ.

Tim medis kemudian mengeluarkan enam kapsul berisi serbuk emas dengan berat bruto keseluruhan mencapai 2.142,11 gram. Pengujian laboratorium memastikan, serbuk tersebut merupakan emas murni dengan kadar tinggi, yang jika ditotal bernilai lebih dari Rp5,3 miliar.

Henoch menegaskan, penindakan beruntun ini mempertegas komitmen aparat dalam mengamankan gerbang penerbangan internasional.

"Lanudal Juanda bersama seluruh instansi terkait terus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan jalur penerbangan internasional untuk mencegah peredaran barang ilegal," tegasnya.

Sebelumnya, TNI AL juga membongkar kasus serupa di bandara yang sama pada pekan sebelumnya. Saat itu, petugas meringkus seorang warga negara India berinisial MM yang membawa 1.144,18 gram serbuk emas senilai Rp2,9 miliar menggunakan modus penyimpanan di dalam tubuh melalui rute penerbangan berbeda.

Kini, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti diserahkan kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Juanda. Proses hukum lanjutan berjalan lewat koordinasi bersama Polresta Sidoarjo.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.