Grup 1 Angkut Tegaskan A400M Perkuat Kemampuan Angkut Udara TNI AU

Jakarta, IDM -Grup 1 Angkut menegaskan bahwa keberadaan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru TNI Angkatan Udara (TNI AU) yakni A400M turut memperkuat kemampuan angkut udara dalam mendukung berbagai tugas TNI.
Hal tersebut disampaikan Komandan Grup (Dangrup) 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma dalam paparannya saat menerima kunjungan kerja (kunker) Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi I Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Heru Kreshna Reza beserta jajaran Tenaga Ahli KSP di Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/11).
Gusti kemudian mengelaborasi bagaimana dua unit A400M yang ada saat ini telah dioptimalisasikan dalam berbagai misi, mencakup mobilitas personel, distribusi logistik, operasi pertahanan, serta misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“A400M memiliki kemampuan multimisi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tugas pertahanan, mobilitas personel dan logistik, hingga operasi kemanusiaan. Kami terus mengembangkan kemampuan personel dan dukungan operasional agar pemanfaatan pesawat ini semakin optimal,” ujar Dangrup 1 Angkut dikutip dari laman resmiKSP, Rabu (4/11).

Sementara itu, KSP menekankan bahwa modernisasi pertahanan tidak cukup hanya melalui penambahan alutsista, tetapi juga harus didukung kesiapan personel, infrastruktur, logistik, dan sistem pemeliharaan yang terintegrasi.
Perhatian khusus KSP kemudian diberikan terhadap kesinambungan pasokan suku cadang yang memiliki tingkat penggunaan tinggi. “Kita perlu memastikan ketersediaan suku cadang yang memiliki tingkat penggunaan tinggi ataufast-moving parts. Pengadaannya harus direncanakan dengan baik, termasuk mengantisipasi risiko keterlambatan pasokan, agar tidak mengganggu kesiapan operasional pesawat A400M,” ujar Heru.
Heru juga mendorong TNI AU menyusun rencana strategis pengembangan kemampuan angkutan udara untuk lima tahun ke depan sebagai bahan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.
"Rencana tersebut diharapkan mencakup kebutuhan pengembangan armada, peningkatan kompetensi personel, pembangunan fasilitas pendukung, serta penguatan sistem logistik dan pemeliharaan secara berkelanjutan," pungkas dia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































