HANKAM

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan

Donny Suharti
Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksamana Muda TNI Donny Suharti, memberikan pembekalan dan arahan kepada 289 personel Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebelum diberangkatkan ke Sumatra dan Kalimantan sebagai bagian dari Tim Penyuluh Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan.Dok. Posko Tim Penyuluhan penanggulangan Karhutla TNI

Jakarta, IDM– Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksamana Muda TNI Donny Suharti, memberikan pembekalan dan arahan kepada 289 personel Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Para personel diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung pada Rabu (4/11). Ini merupakan bagian dari Tim Penyuluh Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatra dan Kalimantan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Donny mengatakan, pengerahan kembali personel penyuluh merupakan respons cepat(quick response)TNI terhadap instruksi Presiden untuk memperkuat pencegahan karhutla di wilayah terdampak.

"Ini merupakan reaksi cepat sesuai arahan Presiden kepada Panglima TNI agar TNI kembali menurunkan Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla ke wilayah terdampak, khususnya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Selatan," ujar Donny.

Selain menerima pembekalan dan arahan, para personel juga dibekali dengan masker, buku saku, danleafletsebagai perlengkapan pendukung pelaksanaan penyuluhan di lapangan.

Donny mengingatkan bahwa keberhasilan penyuluhan tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan atau peserta, tetapi harus menghasilkan perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah kebakaran.

"Jangan hanya menjadi Tim Penyuluhan yang mampu menjelaskan bahaya kebakaran. Jadilah Tim Penyuluhan yang mampu mencegah kebakaran melalui perubahan perilaku masyarakat," pesannya.

Melalui penugasan tersebut, para penyuluh diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, risiko, dan dampak Karhutla. Mereka juga ditugaskan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan kebakaran, deteksi dini, pelaporan cepat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur masyarakat setempat.

Pengerahan personel penyuluh secara bertahap ini menunjukkan bahwa penanggulangan Karhutla tidak hanya mengandalkan operasi pemadaman dan modifikasi cuaca, tetapi juga memperkuat pendekatan preventif melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui langkah tersebut, TNI berupaya memperluas jangkauan pencegahan sekaligus membangun kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan, guna mengurangi risiko kebakaran berulang serta melindungi lingkungan dan keselamatan warga di wilayah rawan Karhutla.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksiIndonesia Defense Magazine(IDM), Kamis (5/11), 289 personel Seskoad yang diberangkatkan terdiri atas 264 Perwira Siswa (Pasis) dan 25 Perwira Pendamping (Paping).

Mereka diterbangkan melalui empat sortie penerbangan, masing-masing 80 personel menuju Palembang pada pukul 08.00 WIB, 63 personel menuju Palangka Raya pada pukul 08.30 WIB, 63 personel menuju Palangka Raya pada pukul 12.00 WIB, serta 83 personel menuju Banjarmasin pada pukul 12.30 WIB.

Pengerahan tersebut merupakan bagian dari penyiapan sekitar 1.300 personel penyuluh pada tahap lanjutan, setelah sebelumnya TNI mengerahkan sekitar 1.500 personel pada Agustus 2026. Penugasan kali ini difokuskan pada tiga provinsi, yakni Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pengerahan tahap lanjutan ini menjadi bagian dari kesinambungan upaya TNI dalam memperkuat pencegahan Karhutla berbasis masyarakat. Sekitar 1.300 personel yang disiapkan berasal dari berbagai lembaga pendidikan militer, termasuk Sesko TNI, Seskoad, Seskoal, Seskoau, Sekkau, dan Pusdik Matra Darat untuk ditugaskan secara bertahap ke berbagai daerah.

Sebelumnya, Posko Penyuluhan Penanggulangan Karhutla TNI telah menyelenggarakan pembekalan bersama secara daring pada 2 November 2026. Materi pembekalan mencakup strategi pencegahan Karhutla, pengenalan karakteristik wilayah rawan kebakaran, koordinasi lintas sektor, serta keselamatan personel dan masyarakat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Kapolri, KSAD dan Pangkostrad

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.