HANKAM

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung

Ilustrasi pasukan Korps Marinir
Ilustrasi pasukan Korps Marinir bersiap dalam apel kesiapsiagaan.(Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM -TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyatakan, mobilisasi puluhan ribu prajurit tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan militer dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Pengerahan personel tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia," ujar Laksamana Pertama TNI Tunggul melalui keterangan resmi, Rabu (4/11).

Ia merinci, pergeseran pasukan ini berkaitan langsung dengan agenda latihan di lapangan, termasuk skenario operasi pendaratan khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan tembus gelombang di Rancecet, Pandeglang.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan, langkah ini senantiasa berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku demi memastikan kesiapan penuh aparat dalam mengawal keutuhan wilayah.

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," ujar Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/11).

Berdasarkan data internal pergerakan pasukan, mobilisasi 20.980 personel ini terbagi secara terstruktur ke dalam empat gelombang pengetatan.

Pada tahap pertama, TNI AL mengerahkan 2.100 personel dari satuan yang sudah berada di wilayah Jakarta menggunakan sarana truk dan bus bantuan bawah komando operasi (BKO) Kodam Jaya, yang melibatkan unsur Korps Marinir, Komando Armada (Koarmada) I, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III, serta Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Selanjutnya pada tahap kedua dan ketiga, pergeseran lanjutan dilakukan dari Surabaya dan sekitarnya. Sebagian besar prajurit diangkut menggunakan kapal perang KRI Makassar-590 dan KRI Soeharso-990, sementara sebagian lainnya melalui jalur darat menggunakan konvoi bus dan truk yang didukung alokasi anggaran operasional.

Adapun pada tahap keempat, sebanyak 13.140 personel dari berbagai satuan di wilayah Jakarta ditempatkan dalam status siaga penuh di pangkalan masing-masing. Seluruh rangkaian pengerahan dan siaga tersebut difokuskan untuk mengawal wilayah penyangga ibu kota di Tangerang, Bekasi, dan Karawang guna memastikan stabilitas keamanan tetap terkendali.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.