Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana nasional. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9), yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta kepala badan terkait.
Dalam upaya memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis teknologi, mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) melaksanakan uji fungsi alat deteksi dini (Early Warning System) di kawasan Sungai Brantas, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.
Pos TNI AL (Posal) Lampia di bawah jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal) VI ikut serta dalam simulasi mitigasi bencana yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/4).
Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian menegaskan, keterlibatan pihaknya dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung pada 11 hingga 20 Maret 2025 merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mitigasi bencana, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Sebagai langkah mitigasi bencana, Lanud Husein Sastranegara bekerja sama dengan BMKG, BPBD, dan Pemprov Jabar melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jawa Barat, Selasa (11/3).
Lanud Halim Perdanakusuma mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca yang digelar Selasa (11/3) sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi dan mengendalikan curah hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah DKI Jakarta.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan pihaknya akan melakukan berbagai inovasi untuk mencegah dan memitigasi terjadinya bencana di tanah air. Inovasi ini akan dibarengi dengan menginventarisasi alat-alat yang ada di TNI AD.