Poltekad TNI AD Uji Coba Teknologi Deteksi Dini Banjir dan Tanah Longsor

Jakarta, IDM – Dalam upaya memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis teknologi, mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) melaksanakan uji fungsi alat deteksi dini (Early Warning System) di kawasan Sungai Brantas, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.
Dilansir dari keterangan Penpoltekad, Kamis (8/1), kegiatan ini difokuskan pada pengujian dua inovasi utama hasil riset mahasiswa, yakni Alat Deteksi Dini Bencana Banjir dan Alat Deteksi Pergeseran Tanah (Longsor).
Baca Juga: Susun Postur hingga 2045, Bakamla RI Butuh 274 Kapal Patroli
Alat deteksi banjir yang diuji menggunakan sensor presisi tinggi untuk memantau debit dan ketinggian air secara real-time. Di sisi lain, alat deteksi pergeseran tanah dibekali sensor khusus yang mampu menangkap getaran atau pergerakan struktur tanah sekecil apa pun sebelum potensi longsor terjadi.
Sebelumnya diberitakan Mahasiswa Program Studi Teknik Telekomunikasi Militer (T. Telkommil) Poltekad berhasil menciptakan sebuah alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan platform website sebagai bagian dari tugas akhir.
Alat canggih ini dirancang untuk memantau potensi terjadinya banjir secara real-time melalui sistem pemantauan berbasis sensor dan teknologi komunikasi. Tiga jenis sensor digunakan dalam alat ini untuk ketinggian air, intensitas hujan, dan debit air. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan kamera real-time yang berfungsi memvalidasi data dari sensor secara visual saat terjadi potensi banjir.
Baca Juga: 1.018 Siswa Dilantik Menjadi Prajurit Baru TNI AD
Salah satu keunggulan utama alat ini adalah kemampuannya memberikan peringatan dini kepada masyarakat maupun petugas terkait. Dengan memanfaatkan teknologi bot pada aplikasi telegram, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi saat terdeteksi kondisi yang mengarah pada potensi banjir.
Website yang menjadi bagian dari sistem ini berfungsi sebagai dashboard pemantauan dan pengelolaan data. Data yang dikirim dari sensor akan ditampilkan secara visual dalam bentuk grafik dan peta wilayah, memudahkan pengguna untuk memahami kondisi lapangan secara cepat dan akurat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































