Nama Delapan Prajurit yang jadi Korban Jatuhnya Helikopter TNI AD

Jakarta, IDM -TNI Angkatan Darat merilis nama-nama prajurit yang menjadi kru Helikopter Mi 17V5 yang mengalami kecelakaan saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Dilansir dari keteranganDispenad, Kamis (5/11), total kru berjumlah delapan orang dan pascakejadian dua orang kru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yaitu Mayor CPN Dudi dan Lettu CPN Hafiz. Jenazah keduanya telah dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang. Sementara itu, lima orang kru lainnya berhasil diselamatkan, yaitu Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya dan Kapten CPN Suganda yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang. Adapun satu orang kru lainnya, Serda Heri masih belum dapat dievakuasi karena kondisi air sedang pasang.
Dijelaskan kronologi kecelakaan bermula saat Helikopter Mi 17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman Karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing.
"Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman Karhutla. Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan," tulis keterangan Dispenad.
TNI AD juga memastikan masih terus mengupayakan proses pencarian dan evakuasi terhadap satu kru yang belum ditemukan, serta memprioritaskan penanganan medis bagi lima kru yang berhasil diselamatkan.
"Segera setelah terjadinya kecelakaan sekitar pukul 11.18 WIB, TNI AD dibantu tim gabungan mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi melalui jalur udara dan laut. Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," jelas keterangan Dispenad.
Hankam

Jenazah Prajurit Korban Kecelakaan Helikopter Diberangkatkan ke Bandung dan Semarang
Dua prajurit TNI AD yang gugur saat tugas operasi pemadaman Karhutla di Seruyan diberangkatkan ke Bandung dan Semarang untuk dimakamkan secara militer.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































