HANKAM

Jenazah Prajurit Korban Kecelakaan Helikopter Diberangkatkan ke Bandung dan Semarang

Jenazah Prajurit TNI AD
Dua prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan tugas operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).(Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM -Jenazah dua prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan tugas operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah diberangkatkan ke Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.

Dilansir dari keteranganDispenad, Kamis (5/11), kedua jenazah tersebut adalah Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio.

Kedua jenazah diberangkatkan dari Kuala Pembuang menuju Semarang menggunakan pesawat Casa 212 A-9035, Kamis (5/11) pagi. Setibanya di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, keduanya disemayamkan sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman masing-masing untuk menjalani upacara pemakaman militer.

Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, yang menjabat Kadep Pengembangan Pusdikpenerbad, selanjutnya diterbangkan menuju Bandung. Jenazah disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, dengan upacara militer yang rencananya akan dipimpin Panglima TNI sebagai inspektur upacara.

Sementara itu, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, yang bertugas sebagai Pabang 2 Siud Heli Serbu II Flite Heli C Dron 31/AYC, dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah. Upacara pemakaman direncanakan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebagai inspektur upacara.

TNI AD menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya kedua prajurit yang telah menjalankan tugas negara. Penghormatan militer tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, pengabdian, dan pengorbanan mereka dalam melaksanakan tugas operasi.

Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi terhadap Sertu (Anm) Heri Prasetyo masih terus dilaksanakan. TNI AD bersama tim terkait terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Radar Ground Control Interception

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.