Satuan-satuan TNI Berkemampuan Arhanud Gelar Latihan di ALKI II, Libatkan Unsur Sipil

Jakarta, IDM -Satuan-satuan TNI yang memiliki kemampuan pertahanan udara (arhanud) di wilayah Komando Sektor (Kosek) II Makassar, menggelar Latihan Kesiapsiagaan Pengamanan Wilayah Udara Nasional 2026.
Latihan tersebut dibuka oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra di ruang rapat Markas Kohanudnas, Jakarta, Senin (2/11). Latihan akan berlangsung hingga Jumat (6/11).
Pangkohanudnas dalam keterangannya, mengatakan bahwa kesiapsiagaan pertahanan udara menuntut kemampuan setiap unsur untuk bergerak cepat dan terpadu dalam menghadapi potensi pelanggaran wilayah udara. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Kohanudnas menggelar Latihan Kesiapsiagaan Pengamanan Wilayah Udara Nasional 2026.
“Kegiatan ini bertujuan menyiapkan dan meningkatkan kesiapsiagaan unsur-unsur tersebut agar mampu melaksanakan tugas pengamanan wilayah udara, khususnya dalam mengantisipasi potensi pelanggaran di kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II,” tulis siaran persKohanudnas, dikutip Kamis (5/11).
Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam latihan mencakup Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Kohanudnas, Kosek II, satuan radar, pesawat tempur dan pesawat intai, Batalion Hanud Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI AU serta Batalion Arhanud TNI AD.

Latihan juga melibatkan unsur pendukung operasi penerbangan dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Hasanuddin, unsur pencarian dan pertolongan (SAR) serta Military Civil Coordination (MCC) Makassar yang mendukung koordinasi dengan unsur sipil terkait.
Kohanudnas menyatakan, keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya keterpaduan unsur TNI dan sipil dalam melaksanakan tugas pengamanan wilayah udara nasional.
Pangkohanudnas menekankan bahwa kesiapan setiap unsur bukan hanya diperlukan untuk merespons potensi ancaman, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun daya tangkal pertahanan udara
“Kesiapsiagaan menjaga kedaulatan wilayah udara nasional adalah manifestasi utama dari efek gentar(deterrence effect)yang tidak dapat ditawar bagi Kohanudnas,” kata Marsdya Andyawan.
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































