Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran

Jakarta, IDM -Dalam sistem pertahanan, radar merupakan salah satu sensor utama yang berperan sebagai mata pertahanan udara. Fungsi radar untuk mendeteksi dan memantau pergerakan objek di wilayah udara.
Radar pertahanan udara mampu mengetahui keberadaan pesawat yang berjarak ratusan kilometer dengan ketinggian puluhan ribu kaki.
Untuk menentukan posisi sasaran dalam ruang dimensi (3D), radar menggunakan tiga parameter penting, yakni range atau jarak, azimuth atau arah horizontal, dan altitude atau ketinggian.
Dalam sistem radar pertahanan, range merupakan jarak antara radar dengan sasaran.
“Pada radar primer, jarak dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan gelombang elektromagnetik untuk bergerak menuju sasaran, dipantulkan, dan kembali diterima radar,” tulis keteranganKomando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), dikutip Kamis (5/11).
Kemudian, azimuth menunjukkan arah sasaran terhadap radar, diukur dalam derajat searah jarum jam dari arah utara (0°-360°). Parameter ini membantu menentukan arah keberadaan sasaran.
Terakhir, altitude menunjukkan ketinggian sasaran terhadap bidang referensi tertentu. Dalam radar 3D, informasi ketinggian dapat diperoleh melalui pengukuran sudut elevasi dan jarak sasaran, dengan memperhitungkan geometri serta referensi ketinggian yang digunakan.
Dengan menggabungkan parameter range, azimuth, dan altitude, radar dapat menghasilkan informasi posisi tiga dimensi yang menjadi dasar untuk mendeteksi dan melacak pergerakan sasaran udara; mendukung proses identifikasi dan pemantauan situasi udara; menyajikan informasi bagi sistem komando dan pengendalian pertahanan udara; serta mendukung pengambilan keputusan dalam pelaksanaan operasi pertahanan udara.
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































