DPR Desak TNI AD Usut Tuntas Jatuhnya Helikopter Mi-17 di Kalteng

Jakarta, IDM -Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri, mendesak Mabes TNI Angkatan Darat (TNI AD) melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden jatuhnya helikopter Mi-17 milik Pusat Penerbangan TNI AD (Penerbad) di perairan Desa Sungai Perlu, Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Investigasi penting guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang terjadi saat helikopter menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Rabu (4/11).
Iman juga meminta seluruh unsur terkait memaksimalkan operasi pencarian terhadap satu prajurit yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Menurutnya, pengerahan seluruh sarana pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk dukungan teknologi navigasi, harus menjadi prioritas.
“Kami turut berduka cita atas gugurnya dua prajurit Penerbad. Kami berharap seluruh unsur terkait mengerahkan kemampuan maksimal untuk menemukan satu prajurit yang masih hilang, serta melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar Iman di Jakarta, Kamis (5/11).
Helikopter Mi-17 dilaporkan jatuh sekitar pukul 11.00 WIB ketika menjalankan operasi penanggulangan karhutla.
Insiden itu mengakibatkan dua prajurit gugur, lima orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif, sementara satu prajurit lainnya masih dalam pencarian.
Iman menekankan investigasi tidak boleh hanya berhenti pada pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Pemeriksaan teknis perlu mencakup kondisi kelaikan pesawat, riwayat pemeliharaan mesin, sistem penerbangan, hingga faktor cuaca yang mungkin memengaruhi pelaksanaan operasi.
“Investigasi ini penting agar kita mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan helikopter jatuh, apakah persoalan teknis, cuaca, atau operasional. Semua harus diperiksa secara profesional dan transparan agar risikonya dapat diminimalkan ke depan,” tegasnya.
Hasil investigasi, kata Iman, harus menjadi dasar evaluasi terhadap standar keselamatan penerbangan militer, khususnya bagi armada yang digunakan dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para prajurit TNI yang telah menjalankan tugas berisiko tinggi dalam membantu penanganan karhutla.
Pengabdian, lanjut Iman, harus diimbangi dengan jaminan keselamatan, kesiapan logistik, serta keandalan sarana pendukung operasi.
“Misi kemanusiaan prajurit TNI menunjukkan komitmen besar dalam membantu masyarakat menghadapi bencana. Pengabdian tersebut harus diiringi jaminan keselamatan dan perlindungan maksimal bagi setiap prajurit,” ucapnya.
Selain investigasi, Iman meminta Kementerian Pertahanan dan TNI memastikan lima prajurit yang selamat memperoleh penanganan medis terbaik.
Negara juga harus memenuhi hak santunan serta memberikan pendampingan psikologis dan ekonomi kepada keluarga prajurit yang gugur.
“Negara harus hadir memberikan pendampingan dan perhatian penuh kepada keluarga korban yang gugur maupun yang terluka. Hak-hak kesejahteraan para pejuang kemanusiaan ini wajib dipenuhi secara utuh,” tuturnya.
Iman memastikan Komisi I DPR RI akan mengawal proses investigasi hingga tuntas. Evaluasi terhadap pemeliharaan dan kesiapan alutsista TNI juga akan terus didorong agar setiap operasi negara dapat dilaksanakan dengan standar keselamatan yang optimal.
“Kami di Komisi I DPR akan mengawal investigasi ini sampai tuntas demi memastikan keselamatan prajurit dalam setiap operasi negara terjamin. Penghormatan tertinggi kami berikan atas pengorbanan para prajurit,” pungkasnya.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.























































































