Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak

Jakarta, IDM –Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Mobile Batalion Infanteri (Yonif) 3 Marinir/HP dari Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyita sejumlah senjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat patroli di wilayah Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (3/11).
Patroli dilaksanakan menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak yang diduga memanfaatkan kawasan sungai tersebut sebagai tempat persinggahan.
Awalnya, Satgas TNI menemukan sebuah bangunan kayu yang diduga digunakan kelompok OPM tersebut. Personel kemudian mendapati dua orang yang kabur atau menjauh dari lokasi.
“Setelah diberikan peringatan, situasi berkembang menjadi kontak tembak singkat akibat adanya tembakan dari arah kelompok bersenjata,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Jumat (6/11).
Kontak tembak berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak. Personel selanjutnya mengamankan lokasi dan menemukan sejumlah persenjataan dan perlengkapan yang ditinggalkan.
Barang yang disita antara lain satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, amunisi, senjata tajam, busur dan anak panah, perangkat komunikasi, dokumen, serta perlengkapan lainnya.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menekankan bahwa setiap tindakan prajurit harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
"Saya mengapresiasi profesionalisme prajurit yang mampu melaksanakan tugas dan mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kita harus tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, tetapi keberhasilan operasi tidak selalu harus diukur dari jatuhnya korban. Yang lebih penting adalah berkurangnya ancaman dan semakin terjaganya keselamatan masyarakat,” tutur Brigjen Riyanto.
Pangkoops juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali ke masyarakat.
"Jalan damai selalu terbuka. Mari kembali membangun kampung, menjaga kehidupan keluarga, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua. Keamanan harus membuka ruang bagi kehidupan masyarakat yang semakin normal dan damai,” kata Pangkoops.
Hankam

Satgas TNI Sita Senjata OPM saat Susuri Sungai di Yahukimo, Sempat Diwarnai Kontak Tembak
Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir menyita senjata rakitan dan perlengkapan OPM di Kali Braza, Yahukimo, setelah terlibat kontak tembak singkat tanpa korban jiwa.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.








































































