Industri Pertahanan asal Malang Kembangkan Drone Target untuk Arhanud

Jakarta, IDM –Industri pertahanan swasta, PT Sari Bahari, mengembangkan kendaraan nirawak atau drone bernama “Gandiwa” yang difungsikan sebagai sarana latihan tembak bagi artileri pertahanan udara (arhanud).
Industri pertahanan asal Malang, Jawa Timur tersebut mengembangkan Gandiwa sejak 2017, dan bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI.
“Kerja sama dengan Kemhan, ini produk first article-nya Kemhan. Kami kerja sama untuk programnya, jadi target drone bermesin jet. Begitu keluar, namanya Gandiwa,” kata Wakil Direktur Utama PT Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha Egam saat ditemui di pabriknya, beberapa waktu lalu.
Gandiwa dirancang mirip pesawat jet dan memiliki kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam.
Cara kerjanya, Gandiwa diluncurkan menggunakan catapult atau ketapel, kemudian digerakkan menggunakan controller.
“Diluncurin pakai ketapel, terbang, ada controller-nya, ada ground control system, mau pakai remot bisa,” tutur Putra.
Cara kerja lainnya, Gandiwa juga bisa diluncurkan menggunakan peluru kendali (rudal). Misalnya, Gandiwa bisa ditembakkan dengan rudal Mistral milik TNI Angkatan Laut. “Ini didesain untuk latihan. Bisa dipakai untuk tiga matra,” kata Putra.
Selain untuk drone target atau seperti Kamikaze, Gandiwa juga bisa dikembangkan menjadi drone surveillance.
Adapun Gandiwa berbahan bakar avtur. Gandiwa memiliki endurance 20 hingga 30 menit di udara.
Hankam

KSAD Sambangi Kementerian Koperasi Bahas KDKMP
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menemui Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk membahas percepatan dan optimasi verifikasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.






































































