Sumsel jadi Lokasi Uji Coba Perdana Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Karhutla, Apakah Efektif?

Jakarta, IDM – Pemerintah mulai menguji pendekatan teknologi baru dalam penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sumatra Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang disiapkan untuk menerapkan penyebaran dry ice atau es kering melalui operasi udara guna membantu mengurai penumpukan kabut asap di kawasan perkotaan dan sekitarnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman meninjau langsung kesiapan pelaksanaan operasi tersebut di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, unsur TNI, Polri, serta instansi terkait.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Tolak Bantuan Malaysia untuk Karhutla, Komunikasi Masih Berjalan
Pada tahap awal, pemerintah menjadwalkan penyebaran sebanyak 1,5 ton dry ice menggunakan pesawat yang telah disiapkan.
Pasokan bahan didatangkan dari Lampung dan wilayah setempat. Operasi ini dirancang sebagai langkah tambahan untuk mengurangi dampak kabut asap yang masih mengganggu kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.
Dudung menjelaskan penerapan teknologi diarahkan untuk membantu mengurai penumpukan asap di lapisan bawah atmosfer.
Sehingga konsentrasi asap yang menggumpal di sekitar kawasan perkotaan diharapkan dapat berkurang.
“Fungsi dry ice ini adalah untuk mengurai asap yang tadinya berada di bawah agar dinaikkan ke atas. Dengan begitu, di lingkungan kota dan sekitarnya tidak ada lagi penggumpalan asap,” jelasnya.
Menurut Dudung, penyebaran dry ice memiliki tujuan berbeda dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Baca Juga: BNPB Bantah Ada Penggeledahan KPK Hari Ini, Akui Sejumlah Ruangan Disegel
Jika OMC dilaksanakan untuk merangsang pembentukan hujan yang dapat membantu proses pemadaman kebakaran, penerapan dry ice difokuskan pada upaya mengurangi penumpukan kabut asap di udara.
Kedua metode direncanakan berjalan beriringan sebagai bagian dari penanganan karhutla secara terpadu.
Dudung juga menyebut pemerintah tetap mengoptimalkan operasi pemadaman di darat dan udara, sementara teknologi dry ice diuji sebagai pendekatan tambahan untuk mengatasi dampak asap terhadap masyarakat.
“Penyemaian dry ice ini khusus untuk mengurai asap, sedangkan OMC tetap dilaksanakan untuk menstimulasi hujan buatan guna memadamkan api. Jadi, semua upaya kita lakukan dari berbagai sisi,” tegas Dudung.
Ia mengungkapkan penerapan teknologi tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan karhutla.
Sumatra Selatan dipilih sebagai lokasi uji coba perdana sebelum pemerintah mempertimbangkan penerapannya di wilayah lain yang menghadapi persoalan kabut asap serupa.
Baca Juga: Menko Polkam Dudung Terima Dubes Arab Saudi, Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Keamanan
“Ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden. Uji coba di Indonesia baru pertama kali dilakukan di Sumatra Selatan. Jika uji coba ini berhasil, kita akan lanjutkan ke daerah-daerah lain yang menjadi sentral kabut asap, seperti Kalimantan Tengah dan sekitarnya,” tutur Dudung.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian pemerintah adalah jarak pandang. Saat ini, jarak pandang di wilayah terdampak dilaporkan berada pada kisaran 1.000 meter.
Melalui operasi dry ice, pemerintah menargetkan peningkatan jarak pandang hingga 5.000 meter atau lebih.
Meski demikian, hasil pelaksanaan uji coba akan menjadi dasar evaluasi untuk menilai efektivitas metode ini. Pengukuran hasil diperlukan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran dry ice dapat memengaruhi konsentrasi asap, kualitas udara, serta kondisi jarak pandang di wilayah sasaran.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































