Presiden Prabowo Buka Peluang Prajurit Berkacamata: Boleh, tapi dia Pintar

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto mendorong perubahan paradigma dalam sistem rekrutmen TNI dan Polri.
Ke depan, kemampuan fisik tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan kualitas calon prajurit dan anggota Polri.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengungkapkan Presiden Prabowo menekankan pentingnya mengedepankan kemampuan intelektual dalam proses rekrutmen TNI-Polri.
Baca Juga: Dudung Perintahkan Percepatan Penanganan Karhutla, Kesehatan Anak jadi Perhatian
Bahkan, Prabowo memberikan contoh bahwa penggunaan kacamata tidak seharusnya menjadi penghalang seseorang untuk menjadi prajurit atau anggota Polri selama memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni.
“Kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar,” ujar Dudung.
Menurut Dudung, arahan ini menunjukkan bahwa standar kualitas personel TNI dan Polri perlu menyesuaikan perkembangan ancaman keamanan modern.
Kemampuan fisik tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan kecerdasan, kemampuan berpikir, dan penguasaan teknologi.
Baca Juga: Dudung Langsung Tancap Gas, Karhutla hingga Papua jadi Prioritas Menko Polkam
“Harus menyiapkan juga secara profesional, baik sistem rekrutmen ke depan. Itu tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual,” katanya.
Dudung menyebut perang modern telah berkembang menuju pola perang hibrida dengan penggunaan drone dan berbagai teknologi lainnya.
“Tantangan ke depan ini kan, perang itu kan perang hibrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsen dari Bapak Presiden,” tutur Dudung.
Baca Juga: Presiden Prabowo Soroti Ancaman Perang Hibrida dan Drone, TNI-Polri Diminta Perkuat Profesionalisme
Maka, TNI dan Polri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga mampu memahami dan mengoperasikan teknologi yang berkembang cepat.
Selain mengubah paradigma rekrutmen, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit melalui pendidikan dan latihan.
“Situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan satu, bagaimana proses profesionalisme prajurit harus ditingkatkan, baik pendidikan maupun latihan,” kata Dudung.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































