Komisi I DPR Minta Kerja Sama Karhutla Indonesia-Singapura Berujung Langkah Nyata

Jakarta, IDM – Penguatan hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura diharapkan bisa mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih efektif.
Kerja sama kedua negara dinilai perlu diarahkan pada pencegahan, pertukaran informasi, serta penegakan hukum yang berlandaskan bukti dan ketentuan yang berlaku.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Singapura di Hambalang memperlihatkan pentingnya komunikasi langsung dalam menjaga hubungan bilateral.
Baca Juga: Komisi I Dukung Sinergi Polri-Komdigi, Dorong Roadmap Penanganan Kejahatan Digital
Sebagai negara bertetangga dengan kepentingan strategis di Asia Tenggara, Indonesia dan Singapura perlu memanfaatkan hubungan baik tersebut untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
Menurut Dave, persoalan karhutla menjadi salah satu isu yang membutuhkan koordinasi lintas negara. Kedua negara telah membahas pembentukan satuan tugas bersama untuk memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, dan penegakan hukum.
“Dalam penanganan karhutla, kerja sama dengan Singapura perlu menghasilkan langkah konkret, mulai dari pencegahan, pertukaran informasi, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran,” ujar Dave.
Ia menilai, efektivitas kerja sama akan sangat bergantung pada pelaksanaan program yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dave juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan kewenangan masing-masing negara.
Baca Juga: Komisi I DPR Bawa Agenda Parlemen Terbuka Indonesia ke Forum Asia
Menurutnya, kerja sama bilateral harus dibangun melalui mekanisme yang memungkinkan kedua negara berkoordinasi secara efektif tanpa mengabaikan prinsip hukum yang berlaku.
Namun, ia mengingatkan hubungan Indonesia–Singapura memiliki cakupan yang lebih luas daripada persoalan lingkungan.
Kerja sama ekonomi, energi, dan pertahanan juga perlu terus dikembangkan untuk mendukung kepentingan nasional.
Dalam sektor ekonomi dan energi, Dave mendorong agar hubungan baik kedua negara diterjemahkan menjadi peluang investasi berkualitas, peningkatan kapasitas nasional, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat Indonesia.
Ia juga meminta agar publik tidak berspekulasi mengenai substansi pertemuan di Hambalang yang berlangsung tertutup.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR Dorong Revisi UU Peradilan Militer Segera Dibahas, Tak Perlu Tunggu Dua Tahun!
Dave menegaskan penjelasan resmi pemerintah diperlukan untuk memastikan informasi mengenai agenda pembicaraan disampaikan secara akurat.
“Diplomasi yang efektif bukan hanya tentang menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan negara sahabat, melainkan juga tentang memastikan setiap kerja sama memiliki arah dan manfaat yang jelas,” tegasnya.
Dave berharap, hubungan baik Indonesia dan Singapura dapat menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla sekaligus memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.
Dave mengatakan keberhasilan diplomasi untuk Indonesia tidak hanya ditentukan oleh terjaganya hubungan dengan negara tetangga, tetapi juga oleh kemampuan mengubah kesepahaman menjadi program konkret yang melindungi kepentingan nasional dan memberikan manfaat bagi rakyat.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































