POLKAM

Indonesia-Australia Dorong Penguatan Arsitektur Keamanan Regional

Menko Polkam Dudung Abdurachman.
Menko Polkam Dudung Abdurachman. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Indonesia dan Australia mendorong penguatan arsitektur keamanan regional melalui peningkatan kerja sama dalam menghadapi ancaman terorisme, kejahatan transnasional, keamanan siber, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter-Terrorism and Transnational Security (SRM) yang digelar di Jakarta, Jumat (23/10).

Pertemuan dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman dan Menteri Dalam Negeri Australia Anthony Stephen Burke.

Adapun forum dihadiri delegasi dari delapan negara, yakni Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Asing Terlibat Karhutla: Saya Enggak Ragu-ragu!

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi negara-negara peserta untuk bertukar pandangan, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan.

Dudung mengatakan, SRM ke-7 merupakan kelanjutan dari pertemuan keenam yang diselenggarakan di Sydney, Australia.

Pertemuan sebelumnya telah menghasilkan pernyataan bersama mengenai terorisme dan keamanan lintas batas yang menjadi salah satu landasan untuk melanjutkan kerja sama regional.

“Pertemuan ini juga menjadi forum yang sangat penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam menghadapi ancaman terorisme, kejahatan transnasional, serta berbagi tantangan keamanan yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Dudung dalam konferensi pers seusai pertemuan.

Menurutnya, ancaman keamanan saat ini semakin kompleks karena melibatkan berbagai dimensi, mulai dari keamanan domestik dan regional, migrasi ireguler, keamanan maritim, terorisme, kejahatan transnasional, hingga keamanan siber.

Baca Juga: Rp34,9 Miliar Narkotika Berkedok Vape Dimusnahkan, Pemerintah Waspadai Modus Baru

Perkembangan teknologi turut mengubah karakter ancaman tersebut.

Maka dari itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang terkoordinasi, pertukaran informasi yang efektif, serta komitmen jangka panjang di antara negara-negara mitra.

“Tidak ada satu negara pun yang dapat menghadapinya sendiri. Diperlukan komunikasi yang erat, saling berbagi informasi, serta kerja sama yang nyata dan berkelanjutan,” ungkap Dudung.

Dalam forum, Indonesia dan Australia menegaskan pentingnya solidaritas regional sebagai fondasi untuk menghadapi ancaman yang berkembang lintas negara.

Kerja sama tidak hanya diperlukan ketika ancaman telah terjadi, tetapi juga untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan merespons tantangan bersama.

Terpisah, Menteri Dalam Negeri Australia Anthony Stephen Burke menilai perkembangan teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar kepada pihak-pihak yang berniat melakukan kejahatan atau mengancam keamanan.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Indonesia Tak Bisa Lagi Naif, Kepentingan Nasional Harus Diselamatkan

Namun, pada saat bersamaan, solidaritas dan kerja sama antarnegara juga terus diperkuat.

“Kita menghadapi masa depan ketika pihak-pihak yang ingin mencelakai kita memiliki kemampuan yang jauh lebih besar berkat teknologi baru dibandingkan sebelumnya. Namun, solidaritas kita juga lebih kuat daripada sebelumnya,” ujar Burke.

Ia menekankan negara-negara mitra tidak perlu menunggu pertemuan resmi untuk mulai bekerja sama. Pertukaran informasi, koordinasi, dan dukungan penegakan hukum perlu berlangsung secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masing-masing negara.

Menurut Burke, kerja sama menjadi penting karena ancaman keamanan dapat berkembang dengan cepat dan memanfaatkan perbedaan kemampuan, yurisdiksi, maupun sistem penegakan hukum antarnegara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.