POLKAM

Presiden Prabowo: Indonesia Tak Bisa Lagi Naif, Kepentingan Nasional Harus Diselamatkan

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto. (IDM/Yakub Pryatama)

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah harus berani mengambil sikap tegas dalam menghadapi berbagai tantangan demi melindungi kekayaan bangsa dan kepentingan nasional.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai tidak bisa terus bersikap naif ataupun mengambil keputusan semata-mata demi menyenangkan pihak lain.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Presiden mengingatkan mandat rakyat merupakan tanggung jawab besar yang menuntut keberanian untuk menghadapi kenyataan, termasuk ketika pemerintah harus mengambil keputusan sulit.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan

“Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain,” kata Prabowo.

Menurut Kepala Negara, orientasi utama pemerintah harus tetap berpijak pada upaya menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia.

Maka dari itu, setiap tantangan perlu dihadapi dengan ketegasan, keberanian, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan nasional di atas pertimbangan lainnya.

“Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Perangi Karhutla, Pemerintah Andalkan Teknologi dan Respons Cepat

Prabowo juga menekankan jabatan dalam pemerintahan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang menuntut pengorbanan.

Seluruh anggota Kabinet Merah Putih, menurutnya, memiliki tanggung jawab sejarah untuk mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat.

“Saudara-saudara bergabung di sini adalah panggilan sejarah, saudara terpanggil untuk berbakti kepada negara dan bangsa, dan rakyat Indonesia. Saudara-saudara sudah mengerti dan sudah paham bahwa mengabdi di bidang pemerintahan adalah sesungguhnya pengorbanan,” tutur orang nomor satu di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet yang telah bekerja bersama selama dua tahun pertama pemerintahannya. Ia mengaku bangga terhadap kerja kolektif yang telah dilakukan untuk menghasilkan berbagai capaian nyata.

“Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintah ini, karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” ucapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Hercules Dikerahkan, Penanganan Karhutla Digenjot

Presiden turut menyoroti situasi dunia yang semakin kompleks akibat persaingan hegemoni di antara kekuatan-kekuatan besar.

Konflik geopolitik, krisis internasional, dan persaingan ekonomi dinilai menjadi faktor yang dapat memengaruhi stabilitas serta kepentingan Indonesia.

“Kita berada dalam kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan-kekuatan besar. Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya, kita saling bergantung satu sama lain,” katanya.

Bagi Indonesia, tantangan tersebut menuntut kemampuan menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya tahan menghadapi perubahan global. Keberanian mengambil keputusan penting agar kekayaan dan sumber daya strategis nasional dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.