Kemenko Polkam Bubarkan Desk dan Satgas Karhutla

Jakarta, IDM – Kementerian Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) membubarkan desk dan satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah belum genap setahun terbentuk.
Keputusan pembubaran disampaikan setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyambangi Menko Polkam Chaniago, Rabu (24/9).
“Dengan kondisi yang relatif aman, Kemenko Polkam memutuskan membubarkan Desk dan Satgas Karhutla, dan pengendalian selanjutnya diserahkan kembali ke masing-masing kementerian dan lembaga,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan persnya.
Baca Juga: Kepala BNPB Sambangi Menko Polkam Bahas Karhutla di 6 Provinsi Prioritas
Namun, Menko Polkam Djamari tetap memberikan saran agar pembubaran desk dan satgas itu tidak membuat semua lengah.
“Pencapaian ini patut diapresiasi, tapi jangan sampai membuat kita lengah,” kata Djamari.
Desk penanggulangan karhutla dibentuk di era Menko Polkam Budi Gunawan. Jajaran Kemenko Polkam mulai membahas pembentukan desk tersebut pada akhir Januari 2025.
Baca Juga: Kemenko Polkam: Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Jadi Kunci Indonesia Emas 2045
Pembentukan desk penanggulangan karhutla diharapkan menguatkan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan kementerian/lembaga.
“Efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang Polkam, peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla, dan tentunya terciptanya kondisi kawasan yang bebas dari ancaman karhutla,” kata Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI Kartika Adi Putranta saat itu.
Pembentukan desk juga sesuai arahan Budi Gunawan. Desk melibatkan lintas kementerian terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, Kejaksaan Agung, Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Riset Inovasi Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian ATR/BPN. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































