INTERNASIONAL

Wapres AS Sebut Tak akan Biarkan Iran Miliki Senjata Nuklir

Wapres AS JD Vance.
Wapres AS JD Vance. (Foto: Dok. X/JD Vance)

Jakarta, IDM – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Ia menekankan, diplomasi tetap menjadi pilihan utama tapi tidak mengesampingkan opsi lain termasuk kekuatan militer.

Melansir Fox News, Kamis (26/2), ia mengatakan Presiden AS Donald Trump telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."

"itu yang ingin kita capai, seperti yang dikatakan presiden, melalui jalur diplomasi yang lebih disukai. Sebetulnya ini hal yang sederhana. Kita harus mencapai posisi di mana Iran, negara sponsor terorisme terbesar di dunia, tidak dapat mengancam dunia dengan terorisme nuklir," tambahnya.

Baca Juga: Indonesia Dukung Langkah Palestina Perkuat Koordinasi Perdamaian Internasional

Ia berpendapat, sebagian besar warga AS setuju bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir karena merupakan ancaman keamanan nasional dan global. Meskipun negosiasi sedang berlangsung, kata Vance, Trump telah menunjukkan kesediaan untuk menggunakan langkah-langkah alternatif jika perlu.

Trump "akan mencoba mencapainya secara diplomatis," kata Vance seraya menambahkan bahwa presiden memiliki "sejumlah alat lain yang dapat digunakannya untuk memastikan hal ini tidak terjadi."

Delegasi dari Iran dan AS dijadwalkan untuk menggelar perundingan nuklir kali ketiga, yang dimediasi Oman di Jenewa, Swiss. Vance berharap Iran menganggap negosiasi itu dengan serius.

“Kami sedang duduk bersama untuk melakukan putaran pembicaraan diplomatik lainnya dengan Iran, mencoba mencapai penyelesaian yang wajar untuk tujuan apa? Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana,” katanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Raja Yordania Sepakat Dorong Solusi Dua Negara Demi Perdamaian Palestina

“Kami berharap dapat mencapai resolusi yang baik tanpa militer, tetapi jika kami harus menggunakan militer, presiden, tentu saja, juga memiliki hak itu,” jelasnya.

Menurutnya, Iran telah berupaya membangun kembali kapasitas senjata nuklir setelah serangan AS pada Juni tahun lalu. “Jika mereka mencoba membangun kembali senjata nuklir, itu akan menimbulkan masalah bagi kita. Bahkan, kita telah melihat bukti bahwa mereka telah mencoba melakukan hal itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Iran sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mencapai AS. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan rudal itu bersifat defensif. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.