Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1

Jakarta, IDM – Korps Garda Revolusi Islam (Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone MQ-1 di sebelah timur Selat Hormuz pada Kamis (29/10).
Baca Juga: Korut Luncurkan Belasan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur
Melansir Islamic Republic News Agency (IRNA), drone itu ditembak jatuh di lepas pantai Sirik. Drone MQ-1 diproduksi oleh Amerika Serikat (AS), walaupun IRGC tidak menyebutkan pihak yang mengoperasikan drone tersebut. "Itu adalah drone MQ-1 ke-14 yang dicegat dan dihancurkan," kaya IRGC.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya kemungkinan serangan terbaru oleh AS dan Israel terhadap Iran. Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa otoritas AS telah meminta sejumlah negara Teluk untuk bersiap menghadapi "kampanye militer singkat namun intens" terhadap Teheran.
Baca Juga: Cina Kecam Serangan terhadap Fasilitas Sipil di Saudi
Menurut laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir, tetapi berpotensi untuk melancarkan serangan berskala besar setelah pemilihan umum pada November.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































