PBB Peringatkan Serangan Drone di Sudan Perburuk Krisis Kemanusiaan

Jakarta, IDM- Otoritas PBB memperingatkan bahwa meningkatnya serangan drone terhadap infrastruktur sipil di Sudan telah mengancam pasokan listrik, air, dan bahan bakar. Kondisi ini membahayakan nyawa penduduk serta menghambat penyaluran bantuan kemanusiaan.
Melansir UN News, Rabu (4/11), Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB (UN Resident and Humanitarian Coordinator) Denise Brown mengungkapkan bahwa ratusan truk bantuan kemanusiaan kini tertahan akibat kelangkaan bahan bakar. Rumah sakit pun kesulitan untuk tetap memberi pelayanan karena ancaman tersebut.
"Selama beberapa minggu terakhir, terjadi serangan drone yang intens. Kami melihat adanya serangan yang tampaknya memang menyasar infrastruktur sipil, sesuatu yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional. Sumber energi dan bahan bakar tampak disasar dan dihancurkan secara sistematis. Jadi, jelas telah terjadi pelanggaran di sini," ujarnya.
Ia menyatakan bahwa pihak-pihak yang berkonflik bertanggung jawab atas penderitaan yang alami oleh masyarakat, dan menyerukan mereka untuk segera menghentikan serangan.
"Tanggung jawab ada pada pihak yang melancarkan serangan drone tersebut. Selain itu, negara-negara anggota PBB juga harus memahami situasi yang sedang terjadi ini dan berupaya sungguh-sungguh untuk meredakan kondisi saat ini," imbuhnya.
Di tengah situasi tersebut, PBB dan mitra berusaha untuk terus memberi bantuan secara maksimal. Mereka terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan otoritas setempat.
"Peran kami di dalam negeri berbeda dengan peran kami di luar negeri. Di dalam negeri, peran kami adalah memastikan kehadiran kami di tempat-tempat yang membutuhkan. Kami hadir untuk memberikan perlindungan melalui keberadaan kami, agar kami tahu apa yang sedang terjadi dan dapat berdialog dengan masyarakat setempat," imbuhnya.
"Ini bukan soal politik. Ini soal manusia. Ini tentang menempatkan rakyat Sudan sebagai prioritas utama dalam situasi yang sedang terjadi, serta memastikan bahwa setidaknya kebutuhan dasar mereka terpenuhi," pungkasnya.
Hankam

Puluhan Ribu Personel TNI Geser ke Jakarta, Mabes TNI: Kami Dituntut Siap Siaga
Markas Besar TNI angkat bicara soal informasi pergerakan puluhan ribu personel TNI dari luar Jakarta menuju Ibu Kota. Informasi itu telah beredar lewat pesan berantai di media sosial.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































