AS Luncurkan Serangan ke Lokasi Rudal Balistik Iran

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Pulau Qeshm, Iran, Senin (2/11) malam waktu setempat. Pulau itu dilaporkan menjadi benteng yang menyimpan berbagai persenjataan Iran termasuk rudal balistik.
Baca Juga: Suriah Pertimbangkan untuk Gabung Aliansi Makkah
Melansir The Wall Street Journal, Selasa (3/11), otoritas AS yang mengetahui hal itu menyatakan bahwa serangan ke Pulau Qeshm merupakan operasi defensif. Tujuannya untuk mencegah Iran mampu mengancam atau menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan tengah menahan diri untuk tidak menyerang Iran hingga pemilihan umum usai pada 3 November. Namun, otoritas AS yang mengetahui serangan tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan serupa ke wilayah Iran lainnya secara diam-diam.
Baca Juga: Setelah 35 Tahun, Misi Perdamaian PBB Berakhir di Sahara Barat
Sementara, media Iran melaporkan adanya ledakan di Iran Selatan, termasuk di Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Bandar Lengeh. Namun, tidak diungkapkan sebesar apa kerusakan yang dialami.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































