PBB Kecam Serangan Rusia ke Stasiun Kereta Ukraina, 14 Orang Tewas

Jakarta, IDM – PBB mengecam serangan drone Rusia di Kota Dnipro dan mengenai stasiun kereta api, yang menewaskan sekitar 14 warga sipil dan melukai 10 orang lainnya.
"Warga sipil yang sedang bersiap untuk melakukan perjalanan, menyambut, atau melepas orang-orang terkasih, justru menghadapi kematian dan kehancuran," ujar Matthias Schmale, Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB di Ukraina (UN Resident and Humanitarian Coordinator in Ukraine), melansir UN News, Jumat (30/10).
Baca Juga: Putin Tegaskan Ingin Pulihkan Hubungan dengan Eropa
Serangan drone itu terjadi pada Kamis (29/10), yang menghantam stasiun saat sebuah kereta yang dijadwalkan berangkat ke Zaporizhzhia sedang berada di peron. Schmale menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, seraya mencatat bahwa perjalanan kereta api merupakan sarana transportasi utama di Ukraina.
Ia menyoroti bahwa sejak awal tahun ini, para penumpang dan staf kereta menghadapi risiko lebih besar terkena serangan militer Rusia. Jumlah serangan terhadap fasilitas kereta api di Ukraina telah meningkat dari 1.206 kejadian pada tahun 2024 menjadi 1.700 kejadian sepanjang tahun ini.
Baca Juga: ADMM Plus ke-13, Wamenhan Richard Sampaikan Tiga Langkah Utama untuk Perkuat Kerja Sama Kawasan
Selain kereta api, infrastruktur sipil lainnya juga menjadi sasaran termasuk jembatan, rumah sakit, sekolah dan pusat perbelanjaan. "Perlu terus ditegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil dilindungi oleh hukum humaniter internasional," ujarnya.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































