Dukung Modernisasi Pertahanan Indonesia, ISI Gandeng Mirage Defence

Jakarta, IDM – Lembaga kajian strategis nasional, Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), sepakat untuk menggandeng PT Mirage Defence Indonesia, industri pertahanan unggulan di Asia Tenggara dan bermarkas di Singapura, melalui penandatanganan Framework Agreement (Perjanjian Kerangka Kerja) pada Minggu (25/10).
Ditandatangani di Jakarta oleh Aisha Kusumasomantri selaku Direktur Kemitraan dan Kerja Sama ISI, dan Kenji Ong, Managing Director PT. Mirage Defence Indonesia, perjanjian ini menjadi fondasi kerja sama dalam memastikan relevansi antara analisa strategis terkait kebijakan pertahanan Indonesia dan Indo-Pasifik serta kebutuhan bisnis dan industri, terutama dalam hal peningkatan investasi swasta dalam kerangka modernisasi pertahanan nasional.
Baca Juga: Menlu Yaman Tuntut Houthi Lucuti Senjata
“Salah satu tantangan terbesar bagi lembaga kajian adalah memastikan bahwa produk analisanya selaras dengan kebutuhan industri. Terkadang produk analisa jarang terpakai bukan karena hasilnya tidak bagus, tapi karena tidak sesuai dengan appetite industri,” ujar Dr. Muhammad Hadianto, Co-Founder dan Ketua Dewan Penasihat ISI dalam kesempatan tersebut. Karena itu, “langkah kerja sama ini adalah upaya mendekatkan relevansi kajian akademik dengan kebutuhan bisnis,” lanjutnya.
Perjanjian ini menyepakati lima area kerja sama yang akan dilakukan kedua pihak, yakni penelitian dan publikasi; pertukaran informasi dan kepakaran; dialog kebijakan; kegiatan edukasi publik; dan business and advisory.
Menyoroti tingginya kompetisi dan tantangan keamanan geopolitik yang berdampak bagi Indonesia dan Singapura, Aisha menegaskan pentingnya kerja sama antarlembaga seperti ISI dan Mirage Defence Indonesia untuk saling memperluas jaringan, komunikasi, dan dialog guna mengamankan kepentingan bersama di wilayah Indo-Pasifik.
Baca Juga: AS Klaim Kawal Lebih dari 3.000 Kapal Melintasi Hormuz
ISI merupakan wadah lahirnya gagasan serta konsep untuk memperkuat opsi kebijakan nasional di sektor pertahanan dan luar negeri. Melalui kajian strategis dan rekomendasi kebijakan yang bersifat evidence-based, ISI berperan sebagai force multiplier (kekuatan pengganda) bagi pemangku kepentingan sektor pertahanan nasional, termasuk industri pertahanan, untuk mendorong relevansi modernisasi pertahanan dengan situasi global.
Melalui kolaborasi tersebut, PT. Mirage Defence Indonesia diharapkan dapat turut serta dalam memperkuat modernisasi pertahanan Indonesia, termasuk di sektor siber yang selama ini menjadi keunggulan perusahaan. Sebagai pelaku industri pertahanan terkemuka di wilayah Asia Tenggara, Mirage telah menjadi pelopor dialog strategis terkait keamanan siber di kawasan dan peran teknologi dalam upscaling kemampuan pertahanan negara-negara ASEAN. Kerja sama dengan ISI akan memperkuat eksposur perusahaan di Indonesia, terutama dalam hal penyajian asesmen risiko bisnis dan perencanaan strategis terkait kebutuhan modernisasi pertahanan nasional.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































