Putin Tegaskan Ingin Pulihkan Hubungan dengan Eropa

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa ia mendukung upaya dalam memulihkan hubungan dengan negara-negara Eropa. Menurutnya, tidak ada pemenang dalam sebuah konflik.
Melansir laman Kepresidenan Rusia Kremlin.ru, Jumat (30/10), hal itu ia ungkapkan dalam konferensi pers Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika ketiga, di mana ia menanggapi pertanyaan pers terkait perbincangannya dengan pemimpin Norwegia dan Finlandia.
"Kami mendukung langkah apa pun, saya selalu mengatakan hal ini, yang bertujuan untuk memulihkan hubungan secara penuh dengan negara-negara Eropa baik secara kolektif melalui organisasi Uni Eropa maupun melalui hubungan bilateral," ujarnya.
Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Rusia siap menghadapi kemungkinan perang meluas dengan Eropa. Namun, Rusia sendiri tidak ingin itu terjadi.
"Banyak orang terus berbicara tentang persiapan menghadapi perang pada tahun 2030. Apakah ini pendekatan yang tepat atau tidak? Sejatinya, kita sudah siap, tetapi kita sama sekali tidak menginginkan perang dengan Eropa," ujarnya.
"Jika mereka ingin bersiap, itu terserah mereka. Namun, mereka telah gagal mencapai tujuan mereka untuk menimpakan 'kekalahan strategis' terhadap Rusia, dan sangat kecil kemungkinannya mereka akan mampu melakukannya pada tahun 2030. Dan jika keadaan melangkah terlalu jauh, tidak akan ada pihak yang menang, jangan sampai ada yang melupakan hal itu," jelasnya.
Baca Juga: Korut Uji Coba Rudal Jelajah hingga Drone Kamikaze
Putin mengatakan bahwa Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre telah mengambil langkah yang tepat dengan melakukan pembicaraan tersebut, walaupun muncul kritik dari beberapa pihak yang menganggap keduanya telah melanggar kesepakatan bersama karena menjalin kontak dengan Rusia.
Ia menegaskan, Rusia tidak ingin adanya hambatan dalam navigasi di Laut Baltik. Sebab, pembatasan komunikasi dapat memicu situasi serupa dengan apa yang terjadi di Selat Hormuz.
"Apakah ada pihak yang menginginkan situasi di Laut Baltik sama seperti di Teluk atau Selat Hormuz?... Kami tidak menginginkan hal itu, tetapi kami akan merespons setiap tantangan yang ada," pungkasnya.
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































