AS Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Tuntut Bukti

Jakarta, IDM – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Hossein Mohebi, menuntut bukti atas klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya bebas dari ranjau laut.
“Buktikan klaim bahwa Selat Hormuz telah dibersihkan dari ranjau dengan bukti independen, bukan sekadar pernyataan. Kenyataan di Selat Hormuz ditentukan di udara, di darat, dan di laut, bukan di media sosial ataupun di ruang kendali perang media milik Amerika," ujarnya melansir Iran International, Kamis (29/10).
Baca Juga: Cina Kecam Serangan terhadap Fasilitas Sipil di Saudi
Sebelumnya, Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa kapal-kapal komersial telah melintasi jalur yang telah dibersihkan itu dengan aman. CENTCOM juga menepis laporan yang menyebutkan bahwa sejumlah kapal terkena ranjau laut saat melintasi selat tersebut.
"Semua jalur transit utama yang diakui secara internasional melalui Selat Hormuz telah dibersihkan dari ranjau laut oleh pasukan AS dan kondisinya tetap terjaga demikian. Ribuan kapal komersial telah menggunakan jalur transit tersebut dengan aman dan terus melintas hingga saat ini," tulis CENTCOM melalui platform X.
Baca Juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-1
Pernyataan Mohebi muncul setelah Angkatan Laut IRGC mengatakan bahwa tiga kapal tanker terbakar akibat terkena ranjau di Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam. Kapal-kapal itu disebut telah mematikan seluruh sistem radar dan mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut IRGC.
Hankam

Lagi-lagi WNA India Selundupkan Serbuk Emas Lewat Perut di Juanda, Kali Ini 2,1 Kg Disikat TNI AL
Aksi penyelundupan serbuk emas ilegal di Bandara Internasional Juanda kembali terbongkar. Kali ini, petugas gabungan TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan seberat 2,1 kilogram yang disembunyikan di dalam perut oleh dua warga negara asing asal India.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































